Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Inspektorat dan Dinas PK Matim Dinilai Melempem Tangani Kasus PIP di SDI Wae Paci
VOX GURU

Inspektorat dan Dinas PK Matim Dinilai Melempem Tangani Kasus PIP di SDI Wae Paci

By Redaksi3 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Dana PIP
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Inspektorat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Manggarai Timur (Matim) dinilai melempem dalam menyelesaikan kasus dugaan penggelapan dana bantuan PIP oleh Kepsek SDI Wae Paci, Mateus Nabu pada tahun 2015 dan 2016 yang lalu.

Benediktus Djau, salah satu orangtua murid SDI Wae Paci mengatakan, sudah lama kasus ini dilaporkan. Namun penyelesaiannya belum jelas.

Kata dia, hasil audit inspektorat hingga kini juga belum jelas.

“Ko Inspektorat melempem saja. Ada apa ini,” tanya Beni kepada VoxNtt.com melalui telepon, Rabu (03/01/2018).

Benediktus menegaskan, semestinya Inspektorat harus tegas. Hasil auditnya mesti diinformasikan ke orangtua murid dan ada langkah tindak lanjut.

Sampai hari ini, kata dia, uang yang diduga digelapkan oleh Kepsek Mateus belum dibagikan ke siswa penerima.

Padahal sudah ada kesepakatan, dalam waktu 60 hari Kepsek Mateus siap mengembalikan uang PIP itu. Mirisnya, hingga saat ini tidak kunjung dibagikan.

“Waktunya sudah lewat. Tetapi uangnya tidak kunjung jelas. Kami sebagai orangtua murid resah dengan ketidakjelasan ini,” tegas Benediktus.

Dia pun mendesak Inspektorat Matim untuk transparan dalam menyelesaikan kasus itu.

Selain itu, dia juga menyoroti sikap Dinas PK Matim yang tidak tegas kepada Kepsek Mateus Nabu.

Kata dia, tidak cukup dia diberhentikan dari jabatannya.

Tetapi, yang paling penting juga, dinas harus tegas untuk mendesak Kepsek Mateus agar mempertanggungjawabkan dana PIP yang diduga dia gelapkan itu.

“Jangan ada main mata dalam mengurus aspirasi masyarakat. Yang salah mesti ditindaktegas. Jangan hanya bilang, sabar dan tunggu, tetapi hasilnya nihil,” ungkapnya.

Kata dia, jika kasus itu terus diulur-ulur, pihaknya akan mendatangi dinas PK dan Inspektorat Matim.

“Nanti kami datang dengan jumlah yang lebih banyak. Kasus ini tidak bisa dikubur begitu saja,” katanya.

 

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleSekretaris Disbudpar TTU Diadukan Kadisnya Sendiri ke Bupati Ray 
Next Article Mengaku Anggota TNI, Pria Asal Kota Komba Ditangkap Unit Intel Kodim 1612 Manggarai

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026

Uskup Ruteng: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Krisis Hati Nurani

19 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.