Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Plt. Kadis Perindag Flotim Main Tebak-Tebakan Soal Anjloknya Harga Kopra
Ekbis

Plt. Kadis Perindag Flotim Main Tebak-Tebakan Soal Anjloknya Harga Kopra

By Redaksi27 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat petani kopra di desa Bantala (Lewolema) menimbun kelapanya di halaman rumah (Foto: Hurint/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

 

Larantuka, Vox NTT-Turunnya harga kopra menjadi Rp.4.500-Rp. 5.000 per Kg di Lewolema, Flores Timur menuai keluhan dari masyarakat petani selama beberapa bulan terakhir.

Walaupun demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Flores Timur belum mengetahui pasti penyebab anjloknya harga kopra tersebut.

Bahkan Plt Kepala Dinas Perindag Kabupaten Flores Timur, Mikael Bulet Ruron, bermain tebak-tebakan alasan turunnya harga kopra di daerah itu.

“Yah, persoalan mengapa harga kopranya turun itu, saya tidak tau. Yah, tergantung kualitas kopra, kalau dalam musim hujan begini kopranya tidak benar-benar kering bagaimana? Banyak aspek-aspek yang mempengaruhi harga pasaran kopra, kalau stok kopra dalam gudang para tengkulak Surabaya dan Makasar penuh, persedian input memadai, bisa saja kebijakan perusahaan menerima kopra dengan posisi yang murah, bisa terjadi,”  ungkap Bulet kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Jumat, (23/02/2018)

Bulet menambahkan, “Sekarang saya tidak tau posisi kopra di gudangnya seperti apa, saya tidak tau. Bisa juga pada musim barat begini kapalnya cost tinggi, lain lagi ceritanya. Pengirimnya tidak dapat kapal tol laut, jadi macam-macam alasan” ungkapnya.

Bulet yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Asisten III Kabupaten Flores Timur ini, kepada voxntt mengatakan Pemerintah tidak dapat mengendalikan harga kopra.

BACA: Harga Turun, Petani Kopra di Lewolema Alih Profesi Jadi Tukang Ojek

Pemerintah, kata dia, mengontrol harga pada barang-barang yang mendapat subsidi oleh negara. Sedangkan hasil komoditi seperti kopra, pemerintah hanya memantau perkembangan harga.

Pemerintah, kata dia, hanya memonitoring harga kopra. Persoalan harga itu sesuai teori supply demand yakni tergantung dari kesepakatan antara dua belah pihak yakni penjual dan pembeli.

“Ekonomi itu turbulensi, bisa naik, bisa turun kapan saja. Kalau petani merasa harga kopra turun, yah tidak usah jual dulu to! Tawar saja to kepada pembeli, bahwa kualitas kopra miliknya lebih baik,” kata Bulet.

Sementara itu salah satu warga Lewolema yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan  pemerintah mesti turut andil dalam menjaga stabilitas harga hasil komoditi masyarakat petani termasuk kopra. Pasalnya, kopra adalah salah satu komoditi unggulan yang menopang kesejahteraan masyarakat petani di Flotim.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan rapat koordinasi bersama pedagang kopra agar harga kopra tidak bisa dikendalikan sewenang-wenang oleh pihak ketiga atau distributor kopra.

Hingga saat ini kabid Perdagangan Disperindag Flotim, belum dapat ditemui karena tidak berada di tempat.

Informasi terakhir, hasil ivestigasi VoxNtt.com, Selasa (27/02/2018) siang, harga kopra saat ini turun lagi menjadi Rp. 4.000 per Kg. Padahal sebelumnya harga komoditi ini jatuh berkisaran di harga Rp. 7.000,00 – Rp. 8.000,00 per Kg.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticleSkandal Demokrasi Garut, Akankah Terjadi di NTT?
Next Article Selama 4 Tahun, Ini Total Kasus Human Trafficking di Polres Ngada

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.