Kadis PK Matim, Frederika Soch (Foto: Dok. Frederika Soch)

Borong, Vox NTT- Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Manggarai Timur (DPRD Matim) menolak keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) yang mengalihkan 24 guru yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) menjadi penerima Bosda.

Anggota Komisi C DPRD Matim Roni Agas menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengan Dinas PK pada Kamis, 8 Maret lalu, Komisi C tetap mempertahankan apa yang sudah ditetapkan di APBD 2018.

“Tidak ada penambahan dan pengurangan tenaga Bosda maupun THL di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Roni Agas saat dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (10/03/2018).

Pada pertemuan tersebut jelas Rony, disepakati bahwa guru THL yang dialihkan dan guru Bosda yang dihilangkan dari daftar penerima dikembalikan seperti semula.

Sementara itu, Kadis PK Matim Frederika Soch saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya tetap bersikukuh dan tetap mengalihkan ke-24 guru yang berstatus THL tersebut menjadi penerima Bosda.

“Mereka tetap dialihkan ke Bosda. Kami dinas tetap berdasarkan pada aturan disiplin kerja sebagai guru dan menaati Permendiknas No. 16 thn 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik Guru, harus sarjana. Terima kasih,” jelas Kadis Frederika.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba