Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ribuan Umat Katolik Hadiri Perayaan Jumat Agung di Gua Bitauni TTU
NTT NEWS

Ribuan Umat Katolik Hadiri Perayaan Jumat Agung di Gua Bitauni TTU

By Redaksi30 Maret 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para peziarah sementara khusuk mengikuti prosesi jalan salib hidup di Gua Sta. Maria Bitauni
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Ribuan umat katolik yang berasal dari sejumlah daerah menghadiri perayaan hari raya Jumat Agung yang digelar di Gua Sta. Maria Siti Bitauni, Paroki Maria Pengantara Segala Rahmat Kehidupan, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU, Jumat (30/03/2018).

Perayaan hari raya yang khusus memperingati kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus tersebut digelar dengan prosesi jalan salib hidup yang dilakonkan oleh orang muda katolik. Mereka berasal dari paroki di Keuskupan Atambua.

Meskipun harus mengikuti prosesi jalan salib melalui medan yang terjal dan bebatuan, namun ribuan umat tetap khyusuk dan menghayati kisah sengsara Yesus Kristus.

Umat katolik yang hadir bukan saja berasal dari Kabupaten TTU, namun juga dari Belu dan Malaka.

Usai prosesi jalan salib hidup langsung dilanjutkan dengan acara mencium salib dan perayaan ekaristi kudus.

Perayaan Jumat Agung di Gua Sta. Maria Siti Bitauni berjalan aman dan tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian yang dibantu oleh anggota Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria, serta orang muda katolik.

Yanti, salah seorang peziarah yang berasal dari Kota Kefamenanu mengaku, sudah sejak beberapa tahun lalu dia selalu mengikuti prosesi Jumat Agung terutama jalan salib hidup di Gua Sta. Maria Siti Bitauni.

Dikatakan, kondisi medan yang terjal dan bebatuan seakan membuat Yanti ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh Yesus Kristus.

Dia berharap dengan banyaknya peziarah yang setiap tahun datang untuk mengikuti prosesi jalan salib hidup di Gua Bitauni, Pemkab TTU dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat melihat peluang ini untuk digarap secara serius menjadi objek wisata yang dapat mendatangkan pemasukan bagi daerah.

“Saya yakin kalau pemerintah mau serius tata lokasi Gua Bitauni ini jadi objek wisata religi, maka pastinya banyak wisatawan akan datang berkunjung ke lokasi ini dan pastinya akan ada pemasukan yang lumayan besar bagi daerah,” ungkap Yanti yang mengaku datang bersama suami dan anak-anaknya tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU Agustinus Kaesnube yang saat itu juga hadir mengikuti prosesi jalan salib hidup bersama keluarga kepada VoxNtt.com mengaku dirinya memang setiap tahun datang ke lokasi Gua Bitauni tersebut.

Menurutnya, kondisi alam yang masih natural menjadi daya tarik tersendiri. Ini juga yang membedakan lokasi Gua Maria Bitauni dengan lokasi lainnya apabila digelar prosesi jalan salib hidup.

Terkait permintaan agar lokasi tersebut dijadikan objek wisata religi, mantan Asisten II Setda TTU tersebut menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah mendokumentasikan segala kegiatan maupun prosesi yang berlangsung di Gua Bitauni.

Hasil dokumentasi tersebut akan diserahkan ke Kementerian Kebudayaan.

“Kita setiap tahun pasti liput ini prosesi jalan salib hidup, nanti hasilnya kita serahkan ke Kementerian Kebudayaan,” jelas Kaenube.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleTak Kunjung Diperhatikan, Warga Urunan Dana Tambal Jalan Watu Ci’e-Deno
Next Article Perayaan Jumat Agung di Paroki Colol Berjalan Khyusuk

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.