Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Kades di Matim Dinilai Masa Bodoh
VOX DESA

Kades di Matim Dinilai Masa Bodoh

By Redaksi2 Agustus 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasir yang masih tumpuk di pinggir jalan Provinsi NTT di Matim (Foto: Dok. Warga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Beberapa kepala desa di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dinilai masa bodoh untuk menyikapi oknum yang merusak fasilitas umum.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Sebinus Tangkur, warga Desa Paan Waru, Kecamatan Elar Selatan.

Sebinus menyebut, para kades yang masa bodoh dengan ulah oknum yang merusak fasilitas jalan Provinsi NTT, yakni Golo Lalong Kecamatan Borong, Waling Kecamatan Borong, dan Meni Kecamatan Kota Komba.

Kata dia, tumpukan pasir dan batu berserakan di badan jalan. Selain itu, ulah oknum yang tidak bertanggu jawab tersebut juga telah menutup got jalan. Itu terutama di Nceang, Waling, dan Mukun.

Sayangnya, para kades terkesan masa bodoh, meski ulah oknum tersebut berpotensi merusak jalan Provinsi NTT.

“Menurut saya ini gambaran kades yang kurang kreatif dalam membangun atau juga kurang inovasi,” ujar Sebinus kepada VoxNtt.com, Kamis (02/08/2018).

Padahal lanjut dia, Pemerintah Provinsi NTT sudah membangun jalan dan got yang bagus. Tetapi masyarakat malah tidak menjaga pembangunan itu dengan baik.

Menurut Sebinus, peran kades sebenarnya sangat dibutuhkan dalam menertibkan pihak-pihak yang merusak fasilitas Negara.

“Sebenarnya ini sudah masuk dalam ranah pelanggaran hukum karena merusak fasilitas umum. Tetapi, beberapa kades ini masa bodoh saja. Padahal itu tanggung jawabnya,” tegasnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleDinsos TTU Investigasi Persoalan Rastra
Next Article Nurani di Tengah Monopoli Stan Pasar Ruteng

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.