Maria Yunita Jesuita (Foto: Dok. Nita Jesuita)
alterntif text

Borong, Vox NTT- Nita Jesuita lahir di Pau, 24 Juni 2001. Dia adalah salah satu putri kembar pasangan Pius Juang dan Imelda Widiawati.

Saudara kembar yang lahir di tanggal yang sama dengan Nita bernama Theresia Yuneti Harmina.

Nita Jesuita sendiri lahir pertama sebelum saudara kembarnya. Mereka empat bersaudara.

Ayah dan Ibu Nita berprofesi sabagai petani yang penghasilannya pas-pasan.

Mereka berasal dari Pau, Kelurahan Nggalak Leleng, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT.

Sejak kecil, pemilik nama lengkap Maria Yunita Jesuita ini bercita-cita ingin menjadi TNI.

Untuk meraih impiannya, Nita terus berjuang untuk sebuah prestasi cemerlang.

Sejak masuk pendidikan formal di SDK Lewe, remaja putri yang saat ini sudah berumur 17 tahun mulai menunjukan kegigihannya.

Baginya hidup butuh perjuangan. Sebab itu, untuk menggapai prestasi tentu saja membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Ini spirit hidup yang terus tumbuh dalam diri Nita.

Sejak masuk di SDK Lewe, Nita kerap meraih prestasi. Di kelas 2, misalnya, Nita meraih peringkat IV.

Lalu, di kelas 3, 4 dan 5 remaja putri berparas cantik ini meraih peringkat III.

Sedangkan Ujian Nasional SD, Nita meraih peringkat III umum dari semua siswa seangkatannya di SDK Lewe. Peringkat itu juga dari semua mata pelajaran UN.

Prestasi Nita tak surut hingga di bangku SMP. Saat masuk SMPN 1 Poco Ranaka, ia kembali menoreh prestasi.

Di kelas 1 semester 1, ia meraih peringkat III. Semester 2 dia menurun ke peringkat IV.

Ia mengaku, di kelas 2 dan 3 prestasinya menurun. Ia bahkan tidak menoreh raihan peringkat.

Namun, untuk UNBK di SMPN 1 Poco Ranaka, Nita kembali meraih torehan juara I untuk mata pelajaran matematika.

Saat ini Nita sedang mengenyam pendidikan di SMAN 1 Poco Ranaka. Di sekolah yang berlamat di Mano ibu kota Kecamatan Poco Ranaka ini ia kembali menoreh prestasi.

Pada kelas X semester ganjil, Nita mendapatkan peringkat III dan semester genap peringkat II.

Saat ini ia sudah duduk di kelas XI SMAN 1 Poco Ranaka. Walau nilainya belum keluar, namun ia memastikan akan kembali mempertahankan prestasi yang diraih sebelumnya.

Maria Yunita Jesuita (depan) saat berada dalam sebuah acara di tingkat kecamatan Poco Ranaka (Foto: facebook Nhyta Jesuita)

Nita Jesuita ternyata tak hanya meraih prestasi di jalur pendidikan formal. Ia juga aktif di kegiatan-kegiatan gereja dan Osis.

Nita bahkan menjadi pembina sekolah minggu (sekami) dan misdinar di Paroki Santu Paulus Mano dan di Kapela Lewe. Ia mengaku menjadi pembina sekami dan misdinar karena ingin dekat dengan anak-anak.

Prestasi lewat jalur formal dan non formal ia perjuangkan sebagai bekal masuk TNI. Nita mengaku, sudah mengisi formulir untuk masuk Akademi Militer TNI.

Menjadi Anggota Paskibraka Nasional

Nama Maria Yunita Jesuita menjadi heboh beberapa hari terakhir ini.

Ia menjadi pemberitaan hangat di media lokal, terutama karena menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) utusan Provinsi NTT di Istana Negara pada momen HUT RI ke-73 tahun 2018.

Nita lolos seleksi dan menjadi anggota paskibraka nasional bersama 68 siswa lain dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Remaja putri yang menfavoritkan mata pelajaran Kimia dan Biologi itu mengaku bangga bisa mewakili NTT menjadi anggota paskibraka nasional tahun 2018.

Keterpilihan ini memang sejarah hidup yang tak akan pernah lupa dalam diri Nita.

Baca Juga:

Betapa tidak, dia yang berasal dari kampung kemudian bisa tampil di Istana Negara dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, serta sejumlah pejabat penting lainnya.

”Saat di karantina saya melakukan hubungan baik dengan teman-teman dari provinsi lain. Kami saling komunikasi. Karena kami diwajibkan saling menghormati dan bekerja sama serta menjaga kekompakan,” ujar Nita kepada VoxNtt.com, Sabtu (25/08/2018).

“Bangga sekali menjadi anggota paskibraka di pagi hari. Senang ketemu dengan presiden, menteri, jenderal, dan Kapolri. Apalagi sempat berjabat tangan dengan pejabat-pejabat itu,” tambah dia.

Perjuangan Nita untuk menjadi anggota paskibraka nasional tahun 2018 memang tidak mudah.

Hal itu melalui seleksi yang begitu ketat. Itu terutama pasukan baris berbaris (PBB) dan kesehatan.

“Kami dipilih bermula oleh Bagian Kesra Setda Matim, kemudian seleksi di tingkat kabupaten, provinsi sampai nasional,” terangnya.

Menjadi anggota paskibraka nasional ternyata membawa berkat bagi Nita.

Dia mengaku mendapat sertifikat, uang saku sejumlah Rp 5 juta dan dari BRI mendapatkan Rp 2 juta, serta transportasi ditanggung.

“Di sekolah juga saya mendapatkan hadiah bebas SPP (uang sekolah) selama sekolah,” tutup Nita.

 

KR: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

 

Biodata:

  1. Nama Lengkap: Maria Yunita Jesuita
  2. Nama Panggilan: Nita
  3. Tempat dan tanggal lahir: Pau, 24 Juni 2001.
  4. Pendidikan: SDK Lewe, SMPN 1 Poco Ranaka, SMAN 1 Poco Ranaka
  5. Nama Orangtua: Pius Juang (ayah) dan Imelda Widiawati (ibu).
  6. Pekerjaan orangtua: Petani.
  7. Saudara kembar: Theresia Yuneti Harmina, Pau, 24 Juni 2001
  8. Adik: Fransisika Oktaviani, Pau, 03 Oktober 2006 dan Andrianus Septiyano Juang, Pau , 08 September 2017.
  9. Hobi: menyanyi.
  10. Makanan favorit: coklat dan daging ayam.
  11. Bacaan favorit: Buku Sains tentang Hewan.
  12. Tokoh favorit: Tokoh politik lokal Andreas Agas dan Nasional: Artis Sule.
  13. Mata pelajaran favorit di sekolah: Mata pelajaran Mipa (Kimia dan Biologi)