Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Atlet Kejurnas Kempo Diduga Tak Dihiraukan Koni Manggarai
NTT NEWS

Atlet Kejurnas Kempo Diduga Tak Dihiraukan Koni Manggarai

By Redaksi27 September 20184 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Simpai Gusti Ganggut (tengah) (Dok. Gusti Ganggut)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Para atlet kempo kejuaraan nasional (kejurnas) tahun 2018 diduga tidak dihiraukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Cabang Manggarai.

Saat kembali mengikuti kejurnas shorinji kempo di Seleman Yogyakarta pada 20-23 September lalu, para atlet tak dilakukan acara penyambutan oleh Pemkab Manggarai, dalam hal ini Koni.

Kontingen kempo pulang kembali ke Manggarai pada Rabu, 26 September.

Perlakuan ini tentu berbeda dengan kontingen cabang olahraga lain saat pulang mengikuti pekan olahraga provinsi (porprov) NTT beberapa waktu lalu.

Mereka disambut oleh Koni di Aula Nuca Lale, Kantor Bupati Manggarai. Bahkan, informasi yang dihimpun VoxNtt.com berbagai penghargaan  pun diberikan oleh Pemkab Manggarai kepada sejumlah atlet peraih medali porprov NTT 2018.

Gusti Ganggut, Koordinator Perkemi Daratan Flores menyatakan, pihaknya ditinggalkan oleh Koni Cabang Manggarai

Menurut Simpai Gusti, saat atlet kempo kejurnas 2018 kembali ke Manggarai tidak ada acara penyambutan oleh  Koni.

“Kami ditinggalkan oleh Koni. Itu sudah biasa pasti tidak ada penyambutan,” kata Gusti yang ikut mendampingi para kenshi kempo asal Manggarai pada kejurnas tahun 2018 kepada VoxNtt.com, Kamis (27/09/2018).

“Kecuali kami harus bawa semua medalinya pasti ada penghargaan. Kalau hanya 3 emas mungkin tidak dalam hitungan,” sambung Simpai Gusti.

Baca Juga: Kejurnas 2018, Atlet Kempo Asal Manggarai Raih 3 Medali Emas

Sementara itu, Ketua Koni Manggarai Martinus Apri Laturake membantah sudah meninggalkan atau tidak menghiraukan  kontingen kempo kejurnas 2018 asal kabupaten itu.

“Pernyataan ‘Kami ditinggalkan oleh Koni’ itu tidak benar. Kalau kami tinggalkan, berarti kami tidak memperhatikan mereka.  Yang biaya mereka ke sana juga kan Koni,” ujar Apri saat dikonfirmasi VoxNtt.com.

Ia menegaskan, pihaknya tidak diberitahu kapan kontingen kempo tersebut pulang dari kejurnas. Itulah sebabnya Koni Manggarai tak melakukan penyambutan pada Rabu, 26 September.

Sebab itu, Apri meminta agar pernyataan terkait kempo ditinggalkan Koni Manggarai hendaknya tidak boleh dipolitisasi.

“Pernyataan Gusti terkait ditinggalkan Koni itu adalah pernyataan subyektif. Tadi malam mereka pulang tidak diberitahu, jadi bagaimana saya buat penyambutan,  habis apa permintaan mereka saya tidak diberitahu,” tandas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai itu.

“Saya sudah ketemu dengan pak ketua Perkemi, pa Wakil Bupati  Manggarai, bapak Viktor Madur. Beliau juga tidak ada bicarakan soal itu,” sambungnya.

Gusti yang dikonfirmasi kembali terkait alasan Apri tersebut mengaku, pihaknya tidak ditanyai Koni terkait kepulangan kontingen kempo dari kejurnas.

Baca Juga: Sintia Koda Bangga Wakili NTT Pada Kejurnas Kempo 2018

“Saya malas mencari kebenaran diri saja, toh saya tau pasti tidak ada acara apapun. Kami sampai jam 3 pagi hari ini,” ujarnya.

Gusti mengaku sudah memberitahukan kedatangan kontingen kempo kejurnas melalui pesan singkat (SMS) kepada Ketua Perkemi Manggarai Viktor Madur. Namun sayangnya, hingga kini Viktor Madur yang adalah Wakil Bupati Manggarai itu belum merespon.

“Mungkin beliau (Viktor Madur) sibuk karena kami sekarang lagi rapat di DPRD. Jadi saya tidak punya kewajiban lapor ke Koni karena ketua Koni saya pernah laporkan hasil pertandingan tetapi tidak dijawab,” tandas Simpai Gusti.

Menurut dia, hingga kini para atlet kempo peraih medali pada kejurnas 2018 belum diberi penghargaan oleh Pemkab Manggarai.

Padahal, kata Gusti, para atlet ini sudah berhasil mengharumkan nama Manggarai di level nasional dengan memboyong 3 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu.

“Anak kempo mengikuti kejurnas hanya naik pesawat dari Kupang ke Surabaya dan ke Yogya pakai bus dan pulang dari Yogya naik bus sampai Surabaya dan pakai kapal fery dari Surabaya ke Labuan bajo,” ungkapnya.

“Kalau atlet mau berprestasi harus difasilitasi,” sambung Simpai Gusti.

Dikatakan, pihak yang menyumbangkan para atlet kempo tersebut hanya ada dua donator. Keduanya, yakni Yeni Veronika Ketua Permasalahan dan Perkembangan Kempo NTT dan Andre Garu Anggota DPD RI asal Manggarai.

Andre Garu sendiri, kata Gusti, sangat antusias dan rela datang ke Yogyakarta, tempat berlangsungnya kejurnas untuk memberi dukungan.

Baca Juga: Kempo Manggarai Masuk Tiga Besar pada Porprov NTT 2018

Demikian pula Yeni Veronika. Anggota DPRD NTT dari PAN itu juga turut mendampingi  atlet kempo asal Manggarai dalam kejurnas 2018.

“Mereka dua sudah berkorban untuk kempo, sehingga bisa mengharumkan nama Manggarai di kancah nasional,” katanya.

 

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleRuas Jalan Kefamenanu-Wini Butuh Sentuhan Pemprov NTT
Next Article Dinas PKO Matim Gelar Lomba Ketangkasan Sepeda Dayung

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.