Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Rembuk Petani di Detusoko, Sorgum Kembali Dibincang
NTT NEWS

Rembuk Petani di Detusoko, Sorgum Kembali Dibincang

By Redaksi5 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pegiat pangan lokal (sorgum) Maria Loretha sedang memberikan bibit sorgum secara simbolik pada sela-sela rembuk di Detusoko (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Perhimpunan Petani Pangan Lokal (P3L) Nusa Tenggara Timur menyelenggara rembuk pangan di Dusun Wolobudu, Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Jumat (5/10/2018).

Rembuk kali ini kembali membahas tentang sorgum sekaligus menguatkan kelompok tani yang ada di Flores-Lembata.

Ketua P3L NTT Maria Loretha, menegaskan bahwa tanaman lokal sorgum merupakan solusi untuk mencegah atau mengatasi gizi buruk. Sebab menurut dia, tingkat nutrisi sorgum cukup tinggi untuk kesehatan dibanding nasi dan jagung.

“Itu hasil penelitian dari ITB. Dibuktikan bahwa sorgum memiliki zat nutrisi untuk kesehatan,” ucap Maria di sela-sela kegiatan rembuk.

Maria Loretha sedang memberikan keterangan kepada awak media usia Rembuk Pangan Lokal NTT (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Maria menjelaskan, sorgum merupakan tanaman serba guna yang dapat digunakan untuk pangan lokal, pakan ternak dan bahan baku industri.

Ia menceritakan pada zaman dahulu misalnya, sorgum adalah makanan khas masyarakat Flores. Selain itu pula sorgum juga termasuk makanan adat sajian leluhur.

“Ini soal peradaban bahwa makanan (sorgum) ini sangat penting di Flores-Lembata. Sebagai sesajian untuk nenek moyang,” katanya.

Ia menjelaskan, target P3L adalah untuk memanfaatkan lahan kering dan lahan tidur. Dalam catatan Maria, sekitar 80 persen lahan kering dan lahan tidur terdapat di Flores dan Lembata.

“Memang kita tidak mengganggu lahan basah, itu tidak. Sekarang banyak orang berkonsentrasi di lahan basah. Lahan kering orang biar begitu saja. Ya, kalau dibiarkan siapa yang berani berbuat untuk menghasilkan sesuatu,” kata Maria.

Perkembangan tanaman sorgum di NTT, kata Maria, masih menyebar di daratan Flores dan Lembata.

Di Flores hanya di Kotabaru, Kabupaten Ende dan Kabupaten Flores Timur. Kemudian yang sudah berkembang lagi di Kabupaten Lembata.

Ia menjelaskan, tantangan yang paling berat adalah mindset atau cara pandang masyarakat. Masyarakat selalu mengukur segala sesuatu dengan uang.

“Kendala paling besar disitu. Kita kerja dulu, hasil dulu baru kita pikir uang. Uang memang sudah pasti tapi tidak semuda kita yang pikirkan,” ucap Maria.

Ia berharap agar pola atau cara berpikir seperti itu segara dihentikan dan memulai berpikir yang rasional. Dan juga diharapkan kepada masyarakat terutama para kelompok tani untuk tetap mengembangkan proses membudidayakan tanaman sorgum.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleLima Anggota TNI di TTU Dapat Penghargaan dari Presiden
Next Article Partai Golkar Kabupaten Kupang untuk Melki Laka Lena

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.