Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Frans Sarong: Para Caleg Manggarai Raya Jangan Lupa “Wuat Wa’i”
Pilkada

Frans Sarong: Para Caleg Manggarai Raya Jangan Lupa “Wuat Wa’i”

By Redaksi6 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Frans Sarong
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Adalah langkah bijak kalau setiap calon legislatif asal daerah pemilihan Manggarai Raya mengawali perjuangannya dengan “wuat wa’i”.

Alasannya karena “wuat wa’i” adalah ritual adat khas Manggarai Raya.

Maknanya berupa pembekalan secara moral yang melibatkan para leluhur, demi kemulusan hingga keberhasilan usaha atau perjuangan seseorang atau beberapa orang dari lingkungan keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Frans Sarong, penulis buku: Serpihan Budaya NTT (2013), menanggapi maraknya acara “wuat wa’i” yang digelar para caleg di Manggarai Raya, belakangan ini.

Salah satu di antaranya ritual “wuat wa’i” bagi Hendrikus Harum yang rencananya akan dilaksanakan di Kampung Wangkung, Desa Sita, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, malam hari ini, Sabtu (6/10/2018).

Hendrikus Harum adalah caleg Golkar DPRD Manggarai Timur nomor urut 5 daerah pemilihan atau dapil 1 yang meliputi Kecamatan Borong dan Ranamese.

Kata Hendrikus Harum, “wuat wa’i” bagi dirinya akan dihadiri sekitar 200 orang sanak keluarga.

Mereka berasal dari kampung setempat, Wangkung, juga dari kampung tetangga,  seperti Gurung dan Waetegel.

Menurut Frans Sarong – mantan wartawan Kompas, yang kini juga caleg provinsi nomor urut 4 dari Golkar dapil Manggarai Raya – acara “wuat wa’i” bagi orang Manggarai Raya juga bagian dari peneguhan sekaligus perekatan diri dengan akar budayanya.

Kata Fran Sarong, kalau di Manggarai Raya, mereka yang telah mengawali perjuangannya dengan “wuat wa’i”, biasanya terasa mendapat keteduhan hingga menguatkan keyakinan akan meraih  hasil positif.

Karena itu, Frans Sarong menganjurkan agar “wuat wa’i” selalu dijaga kelestariannya. Karena ritual adat itu mengusung pesan luhur berupa peneguhan sekaligus merupakan  jati diri orang Manggarai Raya.

 

Penulis: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticlePemilu 2019, Ini Pesan Uskup Silvester San untuk Kaum Muda
Next Article Dari Perbatasan, PMKRI Bergerak untuk Palu-Donggala

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.