Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Yuk, Intip Kebun Contoh Tanaman Gizi Puskesmas Lewolema
KESEHATAN

Yuk, Intip Kebun Contoh Tanaman Gizi Puskesmas Lewolema

By Redaksi19 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kebun Gizi contoh Puskesmas Lewolema. (Foto: Sutomo Hurint).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Jumat, 19 Oktober 2018, VoxNtt.com berkesempatan mengunjungi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Lewolema Kabupaten Flores Timur. Ada beberapa hal menarik di Puskemas itu.

Ketika memasuki area parkiran di sisi Timur halaman, pengunjung akan disugukan dengan kebun sayur yang ditanami oleh kelompok perawat gizi Lewolema.

Penanggung Jawab Gizi Upaya Kesehatan Masyarakat(UKM) Puskesmas Lewolema, Theodora Maria Natalia Hurint, mengatakan kebun contoh gizi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya balita kurang gizi di Kecamatan Lewolema.

Diungkapkan Natalia, saat ini di Lewolema terdapat 25 kasus bayi penderita gizi buruk kategori Bawah Garis Merah (BGM).

Penderita BGM ini diakibatkan karena kurang mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

“Sejak tahun 2016 Posyandu BGM, ditemukan sebanyak 25 kasus balita yang mengalami kekurangan gizi BGM. Balita kurang gizi BGM ini disebabkan karena kurang mengonsumsi sayur” tutur Natalia.

Perkebunan contoh gizi ini ditanami aneka tanaman sayur dan tanaman obat-obatan seperti sayur bayam merah, bayam cabut, bayam petik, kangkung, terung, tomat, serai, daun Seledri,pepaya, kunyit, dan lain-lain.

“Tanaman sayur dan tanaman obat ini nantinya dapat dikomsumsi dan digunakan untuk pengobatan sederhana”, kata Natalia.

Menurut Natalia upaya peningkatan gizi anak tidak bisa lakukan dengan penyuluhan tetapi dengan cara mempraktekannya, salah satunya dengan membuat kebun contoh dengan menanam aneka tanaman bergizi.

“Kebun gizi di pekarangan Puskesmas ini, sebagai contoh. Sasarannya adalah Kader Posyandu agar dapat memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong di rumahnya masing-masing untuk ditanami sayur” ungkap Natalia.

Program kebun contoh ini mendapat tanggapan baik. Setelah dilakukan sosialisasi ibu-ibu kader posyandu telah menerapkannya di rumahnya masing-masing.

Natalia berharap dengan kebun contoh gizi ini dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi bayi.

“Dengan pembuatan kebun contoh ini kedepannya tidak hanya sasaran, tetapi masyarakat pada umumnya dapat memanfaatkan pekarangan kosong di rumahnya untuk peningkatan asupan gizi keluarga. Dengan demikian dapat menekan angka balita BGM di Lewolema”, tandas Natalia.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur Puskesmas Lewolema
Previous ArticleGlen Fredly dan RAN Bakal Manggung di Maumere Jazz Fiesta
Next Article Uskup Maumere Diharapkan Mampu Atasi Masalah Sosial-Ekonomi Umat

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.