Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Karnaval Komodo Dihadiri Lebu Raya dan DPRD PDIP NTT
Ekbis

Karnaval Komodo Dihadiri Lebu Raya dan DPRD PDIP NTT

By Redaksi22 Oktober 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan DPRD PDIP NTT duduk di dekat Bupati Mabar Agustinus Ch Dula saat acara pembukaan karnaval komodo (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Anggota DPRD NTT dari PDIP Veni Bantang dihadirkan dalam pembukaan acara Karnaval Komodo di Lapangan Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Senin (22/10/2018).

Dalam acara yang berlangsung sore hari itu, tampak Frans Lebu Raya dan Veni Bantang memasuki lapangan didampingi pejabat penting di Kabupaten Mabar. Mereka ialah; Bupati Mabar Agustinus Ch Dula, Wakil Kapolres Mabar, dan kepala OPD serta tamu penting lainnya.

Selain itu, pembukaan Karnaval Komodo juga dihadiri ribuan masyarakat Mabar. Mereka ikut menyaksikan jalannya pembukaan hajatan yang diwarnai pesan budaya Manggarai itu.

Karnaval Komodo merupakan hajatan Pemkab Mabar melalui Dinas Pariwisata. Tampak, tak ada utusan dari Pemprov NTT dalam pembukaan karnaval yang berlangsung selama dua hari itu.

Namun Lebu Raya yang adalah calon DPR RI dari PDIP dan Veni Bantang Calon DPRD Provinsi NTT duduk di dekat Bupati Mabar.

Labu Raya dan Veni Bantang juga diajak oleh pembawa acara untuk bersama-sama mengambil bagian dalam tarian rangkuk alu.

Lebu Raya dan Veni Bantang tak bertahan lama dalam hajatan tersebut. Ia dan Veni meninggalkan tempat acara setelah Bupati Dula menyampaikan sambutan.

Ketua Panitia Karnaval Komodo, Ney Asmon mengatakan, Lebu Raya dan Veni Bantang sengaja diundang untuk menghadiri acara kepemerintahan itu.

“Kebetulan dia juga ada di Mabar, sehingga dia bisa hadir,” ujarnya kepada sejumlah awak media di sela-sela acara pembukaan Karnaval Komodo.

Bupati Mabar Agustinus Ch Dula dalam sambutannya memuji Lebu Raya. Pasalnya, saat menjabat sebagai pemegang saham pengendali (PSP) Bank NTT selama 10 tahun telah banyak membantu kabupaten di ujung barat Pulau Flores itu.

Karnaval Komodo

Ney menjelaskan, Karnaval Komodo adalah event Pemkab Mabar untuk masyarakat dan para wisatawan.

Dikatakan, Karnaval Komodo tahun 2018 didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata RI dalam rangka mengisi kekosongan atraksi atau acara di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Mabar.

Menurut dia, Labuan Bajo sebagai salah satu daerah destinasi super prioritas. Karenanya, Kementerian Pariwisata menyuport untuk melaksanakan atraksi.

Tema yang diangkat dalam acara Karnaval Komodo tahun 2018, kata Ney, adalah ekonomi kreatif dengan tagline “Kita Manggarai”.

“Kita mengangkat songket sebagai ekonomi kreatif dari craft-nya dan kopi sebagai ekonomi kreatif dari pangannya,” jelas Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mabar itu saat menyampaikan laporan panitia.

Ney menyampaikan kopi Manggarai sudah mendapatkan sertifikasi indikasi geografis (SIG). Karenanya, Karnaval Komodo sebagai ajang promosi kopi Manggarai agar semakin dikenal pihak luar.

Dinas Pariwisata juga mengangkat khusus budaya Manggarai dalam Karnaval Komodo karena di Labuan Bajo banyak etnis, namun pesannya harus “Kita Manggarai”.

“Kami ini orang Bima, orang Sulawesi, suku Bugis, suku Jawa dan paguyuban-paguyuban lain mengenakan songke pada sore hari ini dan semua aksesoris dari Manggarai. Kami mendeklarasikan kita semua Manggarai,” ujar Ney Asmon.

Dalam kesempatan tersebut, Ney juga menyentil jumlah wisatawan tahun 2018 hingga di bulan September kurang lebih 129 ribu orang datang berkunjung di Mabar.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticlePebilliard Timor Leste Juarai Open Tournament Belliard 9 Ball
Next Article Rumah di Nggawang Ruteng Diterjang Angin Puting Beliung

Related Posts

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.