Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Pemda Ende Siapkan 8,4 Miliar untuk Gaji Guru Tidak Tetap
VOX GURU

Pemda Ende Siapkan 8,4 Miliar untuk Gaji Guru Tidak Tetap

By Redaksi3 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende, Petrus Guido No saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pemerintah Daerah Ende telah menyiapkan anggaran sebagai upah tenaga Guru Tidak Tetap atau GTT sebesar 8,4 Miliar pada Tahun Anggaran 2018.

Dana sebesar itu akan diberikan kepada 1547 tenaga guru non PNS sejak penetapan SK oleh Bupati Marselinus Y.W. Petu pada September 2018.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Petrus Guido No menyebutkan, terdapat tiga kriteria pembayaran gaji GTT sesuai Perbup Nomor 16 Tahun 2015 Tentang Klasifikasi Wilayah.

Pertama, tenaga GTT yang mengabdi di zona terpencil. Kemudian di wilayah pedalaman serta wilayah kota.

Besaran gaji yang diberikan akan dilakukan secara berbeda. Wilayah terpencil mendapat upah sebesar 1,5 Juta untuk lulusan Strata 1 (S1) dan 1,1 Juta untuk Diploma 2 (D2) dan Diploma 3 (D3).

Untuk wilayah pedalaman sebesar 1,1 Juta lulusan S1 dan 900 ribu untuk lulusan D2 dan D3. Sedangkan untuk wilayah kota sebesar 700 ribu untuk lulusan S1 dan 500 ribu untuk D2 dan D3.

Anggaran 8,4 Miliar itu akan dibayar selama empat bulan berturut-turut yakni bulan September hingga Desember 2018. Sedangkan pada tahun berikut akan dianggarkan lagi sebesar 23 Miliar.

Kadis Guido menegaskan, setiap akhir masa anggaran akan digelar evaluasi khusus untuk tenaga GTT. Jika ditemukan guru yang tidak taat kewajiban tugasnya maka akan memberi sanksi pemotongan upah seratus persen.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende guru komite guru THL
Previous ArticleMuat Berlebihan, Truk Ini Nyaris Tercebur ke Laut
Next Article Wagub NTT: Dana Desa Mesti Kurangi Angka Kemiskinan

Related Posts

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

Sempat Libur Akibat Polemik Gaji Guru, SMP Stanislaus Borong Kembali Gelar Kegiatan Belajar

13 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.