Fransiskus Ramling (Venzo)

Kupang, Vox NTT-Bakat berbicara di depan umum atau public speaking ternyata telah digeluti Valentinus Ramling (Venzo) sejak menjadi mahasiswa di Kota Kupang, ibu kota Propinsi NTT.

Pria kelahiran Dimpong, Manggarai 09 Juli 1988 ini menyadari talentanya itu saat menjuarai berbagai lomba pidato seperti di tingkat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana Kupang dan lomba pidato yang diselenggarakan Dekranasda Kota Kupang beberapa tahun silam.

Fransiskus Ramling saat tampil dalam lomba pidato FISIP Universitas Nusa Cendana (Foto: Dok.pribadi)

Tak hanya aktif dalam kegiatan kampus, jebolan SMP-SMA Seminari Pius XII Kisol ini juga mengasah public speakingnya dalam berbagai organisasi mahasiswa di Kota Kupang seperti salah satunya Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) FISIP Undana.

“Saya akhirnya sadar bahwa pintar berbicara di depan umum itu soal keterampilan yang terus diasah. Seperti pisau yang terus diasah, dia makin tajam,” pungkas Venzo, demikian disapa, saat diwawancarai VoxNtt.com, Kamis (22/11/2018).

Berkat ketekunan dan semangat untuk terus belajar, dirinya pernah dipercaya menjadi MC dalam hajatan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) cabang Propinsi NTTT di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo.

Di tingkat Nasional, Venzo dipercayakan menjadi MC kegiatan Pelatihan pelaku Pariwisata yang diselenggarakan Kementerian Koperasi di Hotel Silvia, Labuan Bajo.

Berbagai pengalaman itu ternyata membentuk karakternya untuk lihai membaca situasi saat berbicara di depan umum.

Bakat itu kini ia buktikan dalam menahkodai berbagai acara pernikahaan di Manggarai, Flores, NTT.

MC Spesialis Wedding Party

Kepada VoxNtt.com dia mengaku pertama kali menjadi MC sejak 2017 silam.

Kala itu, lulusan cum laude Undana tahun 2012 ini, menekuni dunia MC spesial wedding/nikah dalam kota maupun luar kota Ruteng.

Terhitung selama tahun 2018, dia sudah menghandle 50 hajatan nikah dimana dia sendiri sebagai MC-nya.

Kesuksesan karirnya dalam dunia seremoni terutama karena punya kekhasan tersendiri.

Venzo berpose bersama pengantin usai membawakan acara pernikahan

Bagi Venzo, kesan positif dalam suatu acara nikah terletak pada persiapan dan kemauan pengantin maupun keluarga.

“Jadi harus ada technical meeting dengan pengantin. Acara bisa dibuat semeriah mungkin, tapi harus berdasarkan kemauan pengantin. Baru saya ciptakan suasananya berdasarkan konsep yang mereka tawarkan,” kata Venzo.

Menurut dia, menjadikan pengantin sebagai tokoh sentral adalah yang paling utama dalam menghandel acara nikah.

“Itu yang teman-teman MC lain kadang kurang perhatikan. Malah kebanyakan MC itu terbalik. Seolah-olah yang menjadi sentral adalah MC itu sendiri. Itu sedikit keliru,” kata Direktur LSM Cinta Alam Flores ini.

Fenomena lain yang dia soroti yakni penggunaan cerita lucu.

“Soal penggunaan cerita lucu, banyak orang yang salah mengemas cerita. Ada yang bercerita secara vulgar atau porno sampai membuat pengantinnya merasa terkucilkan” pungkasnya.

Menurut Venzo, kesuksesan seorang MC pernikahaan itu tidak hanya diukur dari seberapa banyak orang yang tertawa, tetapi yang lebih penting ialah mampu mengantarkan pengantin dan keluarganya untuk merasakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.

“Saya kira itu inti dari acara nikah. Jadi sekali lagi bukan soal berapa banyak yang tertawa dengan cerita lucu tapi minim makna,” ungkap eks frater biara Serikat Maria Montfortan Ruteng ini.

Venzo menjadi MC saat resepsi pernikahan di Aula Paroki St. Klaus Kuwu

Keunikan lain dari Venzo adalah soal bayaran. Dia tidak mematok harga sebagaimana biasanya terjadi. Jasanya itu dihargai sejauh mana pengantin dan keluarganya puas.

“Sifatnya relatif tapi paling rendah 500.000/hajatan. Kalau di luar kota ditambah transportasi kisarannya juga tergantung keinginan pengantin. Bahkan dari pengalaman saya malah pengantin memberi lebih dari yang saya harapkan,” kisah Venzo.

Harapan

Di tengah rutinitasnya menjadi staf pengajar di SMK Sadar Wisata Ruteng sekaligus menjadi manajer Villa Alam Flores Mbohang, Venzo berharap menjadi MC tidak hanya pekerjaan sampingan.

“Karena itu menempa diri untuk lebih profesional sangat penting. Saya memiliki banyak buku public speaking sehingga ada ilmu yang mumpuni,” akunya.

Venzo mengaku menjadi seorang MC tidak hanya termotivasi ekonomi semata. Dia menghayati profesi itu sebagai panggilan hidup dalam mendukung terwujudnya keluarga yang bahagia dan harmonis.

“Itu panggilan sosial-kemanusiaan yang selalu saya bawa setiap kali membawa acara” katanya.

Bagi yang ingin memesan jasa MC, Venzo dapat dihubungi lewat Facebook, Venzo Ramling atau nomor WA 082147320038.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K