Ibu Sima Lake saat diwawancarai VoxNtt.com seputar program PIP (Foto: Sandry/VoxNtt.com)

Kupang, Vox NTTProgram Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dicanangkan presiden Joko Widodo menuai pujian dari ibu-ibu di Kota Kupang, Propinsi NTT.

Para ibu yang juga orang tua siswa penerima bantuan tersebut mengaku senang karena kebutuhan sekolah anak mereka dapat teratasi dengan KIP.

Berikut pengakuan mereka dalam penelusuran VoxNtt.com, Kamis (22/11/2018).

Ibu Sima Lake

Ibu Sima Lake merupakan warga RT 01 RW  01, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Raut wajahnya tak mampu sembunyikan rasa bangga saat menjawab pertanyaan VoxNtt.com seputar KIP.

“Kami sekeluarga sangat senang pak. Kartu itu adalah berkat bagi kami,” ungkapnya.

Ibu dari keempat anak ini mengatakan, kedua anaknya mendapat KIP sejak Juli 2018. Keduanya sedang duduk bangku SMP dan SD. Sementara duanya lagi masih balita.

Namun, dari dua anaknya tersebut, baru satu anak yang mendapat bantuan yakni anaknya yang di bangku SMP sebesar Rp.750.000.

Kendati demikian, wanita asal TTU itu tetap bersyukur. 

“Biar lama, baru dapat satu kali, yang penting kami dapat pak,” tuturnya.

Ibu Lake mengisahkan, sebelum mendapat program itu, keluarganya sering kesulitan dalam biaya pendidikan. Suaminya beprofesi sebagai tukang bangunan sementara dirinya hanya ibu rumah tangga.

“Waktu itu, kami sonde (tidak) ada uang tapi waktu katong (kami) terima bantuan akhirnya bisa beli buku, beli sepatu dan pakaian seragam anak. Terima kasih pak Jokowi,” imbuhnya.

Ibu Rosa

Warga lain yang ditemui voxntt.com mengungkapkan hal serupa.

Rosa, warga Kelurahan Oesapa, Kota Kupang mengakui sudah menerima uang tersebut dari ketiga anaknya.

“Yang SMA terima Rp. 1.000.000, yang SMP terima dari SD Rp. 225.000, dan yang SD kelas 5 terima 450.000,” ungkapnya.

Ibu Rosa sedang menggendong anaknya saat ditemui VoxNtt.com (Foto: Sandry Hayon/VoxNtt.com)

Di tengah lilitan ekonomi, ia bersyukur karena tertolong dana KIP.

“Waktu SMA anak saya tunggak uang sekolah selama tiga bulan dengan jumlah Rp.500.000,  jadi waktu itu kami sedang kepepet. Lalu ibu guru dari sekolah memberitahukan kepada Erlin, anak saya untuk foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK), setelah saya urus dan kami menerima uang Rp.1.000.000, Rp.500.000 langsung bayar uang sekolah pak” kisah Rosa.

Dia juga mengungkapkan uang yang mereka terima hanya diperuntukan untuk keperluan pendidikan anak.

“Untuk uang sisa yang kami dapat, kami beli sepatu dan keperluan sekolah mereka,” tandasnya.

Ibu Leni

Demikian pun Leni, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.

Ibu dari ketujuh anak itu mengungkapkan, saat ini dua anaknya menerima bantuan KIP.

Beta (saya) punya dua orang yang dapat, Imanuel dan Asriyanti,” ungkap Leni.

Ibu Leni saat diwawancarai VoxNtt.com

Namun, seperti ibu Lake, dari kedua anaknya itu baru satu orang yang menerima bantuan yakni Imanuel yang sedang duduk dibangku SMA. 

“Imanuel pernah dapat waktu kelas satu SMA, tapi Asriyanti sonde (tidak) pernah terima dari SD sampai tamat SMP, padahal kartunya ada. Tapi kami bersyukur pak, setidaknya beban kami berkurang,” ungkap Leni.

Bagi Leni, KIP membantu keluarganya mengurangi beban pembiayaan sekolah mengingat dirinya bekerja sebagai pedagang kecil dan sang suami sebagai buruh kasar.

Untuk diketahui, Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun). 

PIP oleh pemerintahan Jokowi dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).

Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.

PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Di Kota Kupang, pada 26 Mei 2016 silam, sebanyak 15.5111 pelajar menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Penulis: Sandry Hayon

Editor: Irvan K