Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kegiatan Expo Matim Tinggalkan Sampah di Bibir Pantai Borong
Regional NTT

Kegiatan Expo Matim Tinggalkan Sampah di Bibir Pantai Borong

By Redaksi6 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tempat pelaksanaan kegiatan Expo Matim di muara Kali Wae Bobo dan Pantai Borong yang hingga kini masih menyisakan sampah (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kegiatan Expo Manggarai Timur (Matim) 2018 berlangsung di muara Kali Wae Bobo dan Pantai Borong pada 14 November 2018 lalu.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Matim itu bertujuan untuk memperkenalkan potensi daerah itu. Harapannya potensi tersebut sebagai tujuan investasi.

Sayangnya, usai pergelaran itu menyisakan cerita miris, terutama soal sampah yang masih berserakan di muara Wae Bobo dan bibir Pantai Borong.

Sampah itu adalah plastik bekas makanan dan minuman saat kegiatan Expo Matim 2018.

Di lokasi terlihat, ada botol minuman ringan, kotak nasi, bungkusan snack, puntung rokok, dos rokok, dan berbagai jenis sampah plastik lainnya.

Berbagai jenis sampah itu menghiasi seluruh halaman tempat Expo Matim digelar.

Ahmad, salah satu warga yang ditemui VoxNtt.com di Pantai Borong, Rabu (5/12/2018) sore, menuturkan sampah-sampah yang berserakan pasca kegiatan Expo Matim.

Menurut Ahmad, sampah-sampah itu dibiarkan, tanpa ada pembersihan setelah kegiatan.

“Inilah wajah pantai kita. Dicorengi sampah-sampah pemerintah. Pantai yang indah, tetapi tidak diperhatikan pemerintah. Potret sampah ini adalah contoh kecil gambaran perilaku pemerintah kita. Habis kegiatan, mereka tinggalkan tempat ini dengan sampah-sampah,” ujar Ahmad dengan nada kesal.

Tak hanya kesal dengan sampah, ia bahkan menilai kegiatan Expo Matim adalah aksi hura-hura pemerintah.

Kata dia, kegiatan besar tersebut tentu saja menghabiskan dana yang begitu banyak. Namun, Ahmad mempertanyakan,apa dampaknya bagi masyarakat kecil.  Terutama bagi para pengusaha kuliner di Pantai Borong.

“Pantai terus dikikis abrasi akibat proyek pemerintah yang salah perencanaan. Kalau pantainya habis, gimana masyarakat mau buka usaha di sini,” keluhnya.

“Jadi, menurut saya, lebih baik dana kegiatan itu urus tembok yang jebol, urus pasir yang numpuk di muara pantai Wae Bobo. Toh, habis kegiatan, tidak ada manfaat bagi masyarakat,” tambah Ahmad.

Ia juga mengeluhkan kekurangan fasilitas yang boleh dirasakan pengusaha kuliner di Pantai Borong.

Kata dia, di tempat itu tidak ada listrik dan air minum bersih. Parahnya lagi Pantai Borong terus dihantam abrasi.

“Inilah kondisi kita di sini. Harap Pemkab Matim buka mata. Biar usaha kecil kami bisa berkembang maju,” ucapnya dengan wajah penuh harap.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleRasionalisasi THL, Wili Nurdin: Pemkab Matim Bisa Digugat
Next Article Oknum Anggota Polisi Diduga Terlibat Penyelundupan Mobil ke Timor Leste

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.