Anak-anak di Kelurahan Kelimutu sedang berada di kebun mini. Mereka melakukan selayak para petani (Foto: Dok. Kelurahan Kelimutu)

Ende, Vox NTT-Kelurahan Kelimutu, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, mencanangkan kampung ramah anak pada Rabu (5/12/2018). Kampung ramah anak tersebut merupakan gagasan Lurah Kelimutu, Sardi Sipa.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (6/12/2018), ia menceritakan gagasannya yang baru terealisasi tahun ini.

Menurut Sardi, latar belakang didirikan kampung ramah anak karena belum ada tempat yang dapat menampung anak-anak untuk bermain, belajar dan berkumpul dengan teman sebaya.

“Ini merupakan salah satu untuk menumbuhkan hak-hak anak yang sebenarnya. Bahwa, anak memiliki hak bebas hidup, bebas berekspresi, dan bebas membenahi dirinya sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, anak-anak merupakan generasi bangsa yang harus dirawat dan dibentuk kepribadian. Sehingga, hak-hak anak harus diberi dan jangan sampai orang tua mengeksploitasi anak secara berlebihan.

Ketua Komite, Vinsen Paka Pega sedang mengarahkan anak-anak di taman baca (Foto: Dok. Kelurahan Kelimutu)

Sardi menyatakan, anak-anak juga memerlukan kesempatan untuk menyosialisasikan diri. Hal itu agar kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologi anak dapat berkembangan secara optimal.

“Kesejahteran hidup anak harus disiapkan sedini mungkin mulai dari kandungan hingga di lingkungan masyarakat seperti saat ini,” jelas dia.

Ia mengingatkan, peran orang tua dan lingkungan menjadi hal yang paling penting untuk mendukung agar kampung benar-benar ramah anak. Masyarakat harus menjadi teladan positif terhadap anak.

“Banyaknya gadget membuat anak-anak kerap kehilangan waktu bermain dengan teman sebaya. Sehingga diperlukan tempat khusus yang dapat bermain dan berkumpul bersama kedua orangtuanya maupun teman sebaya,” kata Sardi.

Lurah Sardi menyatakan, fasilitas penunjang untuk anak-anak yang disediakan yakni taman bermain anak, gedung perpustakaan dengan berbagai koleksi buku. Selain itu, disiapkan pula kebun mini untuk anak di kompleks Kantor Lurah Kelimutu.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba