Ilustrasi (Foto: IDnews)

*) Puisi-Puisi Waldus Budiman

Rindu adalah Doa yang Tersembunyi

(1)

Adalah doa yang tersembunyi

Adalah ziarah yang panjang dan harapan yang bergelayut

(2)

Luka yang belum sembuh

Yang terus berharap akan hadirnya mujizat.

Luka yang membarah

Yang memanas dalam jiwa.

Gelap

(1)

Bagaikan neraka

Membeku pikiran

Mengunci imajinasi

Menghambat kreativitas.

(2)

Menguburkan segala harapan

Menodai segala permohonan dan berziarah dengan setan.

Velaria

(1)

Gadis penunggu senja di balai kota, tempat para bapak-bapak tertawa. Tempat merawat lupa, menolak ingatan.

(2)

Nama yang miskin di antara banyak nama. Nama yang dilupa oleh sejarah. Nama yang yang dicipta untuk sebuah musibah bagi pejabat tinggi negara.

*Penulis adalah Alumnus Filsafat Ledalero