Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Bupati Don Beberkan Kondisi Tiga Desa di Aesesa Selatan
VOX DESA

Bupati Don Beberkan Kondisi Tiga Desa di Aesesa Selatan

By Redaksi7 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do membeberkan kondisi tiga desa di Kecamatan Aesesa Selatan. Ketiga desa tersebut, yakni Tenga Tiba, Rendu Wawo, dan Rendu Butowe.

Ia mengungkapkan hal itu saat melantik tiga kepala desa di Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/2/2019).

Ketiganya yakni; Kepala Desa Tenga Tiba Servasius Ame, Kades Rendu Wawo Theodorus Aru dan Kades Rendu Butowe Yeremias Lele.

Bupati Don dalam sambutannya mengatakan, keadaan keluarga di Desa Tenga Tiba antara lain; rumah tangga miskin sebanyak 228 kepala keluarga (KK), rumah tidak layak huni sebanyak 187 unit, rumah yang belum memiliki jamban sebanyak 7 unit, keluarga yang belum memiliki rumah sebanyak 7 KK.

Total dana yang harus dikelola di Desa Tenga Tiba sebanyak Rp 1.872.289.000. BumDes di Tenga Tiba, kata Bupati Don, belum ada.

Selanjutnya, Bupati Don membeberkan kondisi di Desa Rendu Wawo. Di sana, rumah tangga miskin sebanyak 100 KK, rumah tidak layak huni sebanyak 53 unit, dan jamban semua keluarga ada.

Sedangkan di Desa Rendu Butowe, rumah tangga miskin sebanyak 148 KK, rumah tidak layak huni sebanyak 50 unit, dan semua keluarga  memiliki jamban.

Bupati Don dalam kesempatannya tersebut juga mengajak kepada tiga kades yang dilantik agar sama-sama bekerja dengan terus menghitung hari.

“Untuk diketahui saya sudah bekerja 1 bulan 13 hari, sisa 58 bulan 17 hari,” ujarnya.

Ia menegaskan, para Kades harus memahami komoditi unggulan supaya dapat dikembangkan melalui BumDes. Hal ini terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepada orang muda di tiga desa ini, Bupati Don mengajak untuk terlibat aktif dalam mengembangkan peternakan, perkebunan, pertanian dan perikanan untuk memeroleh modal usaha. Ia meminta anak muda tidak boleh takut dengan utang.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Bupati Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleRDP di DPRD TTS Diwarnai “Hujan Interupsi”
Next Article Ini 9 Rekomendasi RDP DPRD dan Pemkab TTS

Related Posts

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.