Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kasus Penelantaran Terhadap Istri Maupun Suami di TTS Meningkat
Regional NTT

Kasus Penelantaran Terhadap Istri Maupun Suami di TTS Meningkat

By Redaksi4 Maret 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak TTS, Dominggus Banunaek. (Foto: L. Uan).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- Kasus penelantaran baik terhadap istri, suami maupun anak-anak di Kabupaten Timor Tengah Selatan kian meningkat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) TTS, Dominggus Banunaek, mengungkapkan hal ini saat diwawancarai VoxNtt.com, Senin (04/03/2019) siang.

Sesuai data, sejak Januari 2019 sampai 13 Februari 2019 sebut Banunaek, ada 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dari 28 kasus, ada 6 kasus penelantaran,” ujarnya.

Dari kasus penelantaran yang ada, sebut Kadis P3A ini, bukan saja dilakukan oleh suami terhadap istri maupun anak-anak, namun penelantaran juga dilakukan istri terhadap suami dan anak-anak.

“Kebanyakan dengan alasan pergi bekerja ke luar daerah atau ke luar negeri,” jelasnya.

Dinas P3A Kabupaten TTS sementara menangani persoalan-persoalan ini. Namun lebih jauh dikatakannya, banyak kasus kekerasan yang terjadi tetapi belum dilaporkan ke dinas.

“P3A terus mendampingi berbagai persoalan, baik terhadap perempuan maupun anak. Pendampingan dilakukan secara hukum maupun di bidang konseling,” jelasnya.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

Kekerasan Anak TTS Soe TTS
Previous ArticleSolusi atas Keluhan Petani Jagung di NTT
Next Article Breaking News: Penemuan Mayat Gegerkan warga Kota Kefamenanu

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.