Para santri Ponpes Walisanga Ende sedang menggelar deklarasi pemilu damai dan anti hoax di alun-alun Ponpes tersebut pada Rabu malam (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Ende, Vox NTT-Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Walisanga Ende, NTT menggelar deklarasi pemilu damai di alun-alun Ponpes Walisanga, Kecamatan Ende Selatan, Rabu (13/03/2019) malam. 

Acara deklarasi yang digagas oleh Mabes Polri ini untuk mewujudkan perhelatan pesta demokrasi damai, aman dan sejuk.

Ada lima poin penting yang dibacakan oleh para santri dalam deklarasi tersebut. Pada intinya bahwa para santri bersiap turut serta dalam menjaga proses pemilu 7 April mendatang.

Kemudian, para santri juga menolak berita bohong atau hoaks, hate speech atau ujaran kebencian dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

Selain itu, para santri menolak segala bentuk atau perilaku intoleransi dan anti pancasila serta mendukung aparat penegak hukum dalam menegakkan supermasi hukum di Indonesia.

Ustad Zamroni berharap agar para santri turut berpartisipasi mendukung proses pesta demokrasi yang damai dan aman.

Ia mengatakan bahwa pemilu merupakan bagian dari ibadah untuk mendapatkan pahala.

“Hasil dari pemilu akan hadirnya para pemimpin-pemimpin yang dapat memperhatikan kepentingan masyarakat umum. Nah, itu yang disebut pahala,” ujar dia¬†dalam Tausiyah.

Ustad Zamroni juga mengajak para santri untuk tidak mempercayai informasi-informasi sesat jelang pemilu. Ia berharap para santri melakukan recheck atas informasi tersebut.

Selain itu, ia pun mengajak para santri untuk tidak mengikuti orang-orang yang berlaga provokator demi kepentingan sesaat.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba