Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Rakyat Wae Musur dan Utusan Kementerian PUPR Dialog di Atas Crossway Rusak
NTT NEWS

Rakyat Wae Musur dan Utusan Kementerian PUPR Dialog di Atas Crossway Rusak

By Redaksi29 Maret 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rombongan Kementerian PUPR didampingi Komisi Informasi Publik Roman Ndau Lendong, dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Matim, Yosep Marto, saat acara kepok sundung. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Ratusan warga dekat kali Wae Musur, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, melakukan dialog bersama perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin (25/3/2019).

Terpantau, dialog itu diawali dengan kepok sundung (upacara adat penerimaan tamu). Selanjutnya para tamu dan beberapa warga diarakan untuk menaiki tangga menuju sisa bangunan crossway yang sudah rusak.

Di atas bangunan itu, sudah disiapkan beberapa kursi dan pengeras suara, dan beberapa warga yang sudah menunggu.

Warga pun terpaksa harus melewati kali untuk datang mendengar dan membawa beberapa kursi, lantaran tempat untuk duduk para tamu saat itu sangat kurang.

Dalam dialog itu warga sangat senang lantaran sejak Negara Indonesia merdeka, baru pertama kali dikunjungi para tamu dari Jakarta.

Warga pun berharap Kementerian PUPR bisa membantu mereka untuk memabangun jembatan di kali Wae Musur.

“Ini kami sampaikan kepada bapak, mohon diperhatikan bapak,” pinta Hadiman, salah seorang warga.

Usai dialog, kepada sejumlah awak media, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Matim, Yosep Marto, mengatakan persoalan Wae Musur sudah ada dalam rencana tata ruang wilayah Provinsi NTT.

Salah satu ruasnya kata dia, jalan Wae Lengga, Nanga Rawa, Wae Care.

“Tentu ini dalam rangka menunjang Labuan Bajo salah satu dari sepuluh prioritas destinasi pariwisata nasional,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam upaya peningkatan jalan sangat membutuhkan dana yang sangat besar, dikarenakan adanya pembangunan jembatan.

“Upaya Pemda Matim untuk membuka keterisolasian itu sudah dilakukan dengan membangun jembatan di sebelah atas Wae Musur. Bahkan ada 9 desa di atas sudah ada jembatan yang dibangun oleh Pemda Matim,” ujarnya.

Lanjur Yosep, salah satu ruas jalan yang masuk dalam final draft Provinsi NTT adalah Wae Lengga, Nanga Rawa, Wae Care.

“Ini diusulkan menjadi jalan strategis Nasional,” ujarnya.

Dia berharap Pemerintah Provinsi NTT bisa menjadikan jalan Wae Musur sebagai jalan strategis Nasional.

“Sehingga konektivitas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten bisa lebih real,” imbuhnya.

Tanggapan PUPR Pusat

Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Umum Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Joko Karsono menjelaskan, hal itu merupakan suatu pembangunan di tingkat kabupaten.

Namun kata dia, Kementerian PUPR bisa mendukung dan berkoordinasi dengan pemerintah di Kabupaten.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan di Kementerian, yaitu program yang bernama Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN dan langsung ditransfer ke kabupaten atau kota maupun provinsi.

“Dana Alokasi Khusus (DAK) ini, diperuntukkan untuk membangun prasarana seperti jalan, jembatan, rumah, irigasi dan air minum bersih,” ucapnya

Lanjut Karsono, karena ini tanggung jawab kabupaten, maka seharusnya kabupaten memberikan usulan. Salah satunya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Dengan DAK ini, Kementerian PUPR bisa mendukung prasarana jembatan ini. Dari sisi teknis pembangunan ini sangat luar biasa beratnya, karena ini berada dekat mulut muara,” ungkap Karsono.

Terkait waktu pengerjaan, Karsono belum bisa menjawabnya lantaran ada tiga tahapan yang mesti dilakukan antara lain, usulan, perencanaan, dan anggaran.

“Jika tiga tahapan tersebut sudah dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah pekerjaannya,” tutupnya.

Tanggapan Komisi Informasi Pusat

Komisi Informasi Pusat, Roman Ndau Lendong mengatakan, dirinya telah meminta kepada Kementerian PUPR untuk meluangkan waktu mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Apa saja program kerja mereka, apa saja yang mereka agendakan. Masih banyak lagi agenda-agenda lain yang dimiliki oleh Kementerian PUPR yang perlu diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.

“Ini kesempatan kepada mereka untuk melihat langsung, bagaimana pekerjaan-pekerjaan PUPR dilaksanakan di lapangan,” sambungnya.

Dikatakannya, infrastruktur itu adalah cara paling strategis untuk merajut Nusantara.

“Saya sebagai orang Komisi Informasi Pusat yang punya kepentingan untuk meyakinkan kementerian ini supaya masyarakat bisa mengetahui secara dini dan detail tentang programnya mereka,” tukasnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticlePolisi Temukan Barang Bukti yang Diduga Penyebab Kebakaran 17 Ruko di Bajawa
Next Article Siswa SMPN 7 Reok Raih Juara O2SN Tingkat Kecamatan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.