Andhy Funu, Divisi Penindakan pada Bawaslu TTS. (Foto: Ist).

Soe,Vox NTT-Mengantisipasi terjadinya berbagai kecurangan seperti hoax dan politik uang pada Pemilihan  Umum (Pemilu) 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Timor Tengah Selatan (TTS) membuka Posko Pengaduan Masyarakat.

Demikian dikatakan Andhy Funu, Divisi Penindakan pada Bawaslu TTS saat diwawancarai VoxNtt.com, Senin (15/04/2019).

Posko pengaduan, lanjutnya, dibuka di 32 titik pada setiap Sekretariat Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang ada di TTS.

Menurut Andhy, Bawaslu juga membuka pengaduan lewat sms melalui layanan seluler 081 386 886 995.

“Posko pengaduan ini dibuka dalam rangka menciptakan pelaksanaan Pemilu yang bersih, jujur, adil dan berkualitas,”  tandas Andhy.

Dijelaskannya, bila masyarakat menemukan ada praktek politik uang maupun isu SARA dan Hoax, maka bisa dilaporkan langsung ke posko pengaduan yang ada atau melalui sms.

Surat Suara Pengganti  Tiba

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) TTS, Matheus A. Krivo yang dikonfirmasi secara terpisah, mengatakan, Senin (15/04/2019) pagi tadi, logistik surat suara pengganti yang rusak sudah tiba di tangan KPU TTS.

Pihak KPU TTS, jelasnya, sementara melalukan sortir. “Surat suara yang rusak sebanyak 94. 361buah sudah ada penggantinya. Pagi tadi baru saja tiba. Petugas lagi sortir untuk selanjutnya pengepakan untuk distribusi,” jelasnya.

KPU, katanya, tetap optimistis jika Selasa (16/04/2019) besok semua logistik 100 persen sudah berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J