Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pastor Berto OCD: Belenggu Tubuh Membuat Manusia Tak Bisa Bangkit, Bebaskan!
HEADLINE

Pastor Berto OCD: Belenggu Tubuh Membuat Manusia Tak Bisa Bangkit, Bebaskan!

By Redaksi21 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana malam paskah di biara Karmel, Penfui, Kupang Sabtu, 20 April 2019
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Pastor Bertolomeus Bolong, OCD menegaskan makna kebangkitan Yesus tidak hanya dalam niat dan cita-cita, tetapi juga dalam tindakan nyata.

Hal ini diungkapkan Pastor Berto, demikian disapa, dalam renungan malam paskah di biara Karmel, Penfui, Kupang, Sabtu (20/04/2019).

Aksi nyata kebangkitan itu, harus dinyatakan dalam perubahan hidup. Dan, kalau mengubah hidup harus mampu melawan segala macam belenggu tubuh yang membuat manusia jauh dari perubahan.

“Kemalasan, kemunafikan, egois, hedonisme adalah belenggu-belenggu tubuh yang membuat manusia kesulitan mencapai perubahan hidup,” katanya.

Menurut Pater Berto, jalan hidup Yesus adalah contoh yang patut diikuti oleh umat kristen. Dia tidak hanya memaknai panggilan keselamatan dalam kontemplasi tetapi juga dalam aksi nyata.

Setiap aksi penyelamatan yang dilakukan Yesus adalah kemenangan dia melawan belenggu tubuhnya sebagai manusia. Dia (Baca: Yesus) membebaskan dirinya terlebih dahulu, baru membebaskan orang lain.

“Peristiwa kebangkitan adalah puncak sisi ke-Allah-an Yesus sekaligus menegaskan kemenangannya melawan segala dosa yang membelenggu manusia,” tegas Pater.

Karena itu, lanjut Pater Berto, untuk menjadi pengikuti Kristus yang bangkit, umat Kristiani harus keluar dari segala belenggu tubuh yang mengikatnya.

Hanya dengan cara tersebut, umat kristiani mampu membebaskan sesama. Hanya dengan cara itu pula, umat Kristiani mampu menjadi garam dan terang dunia.

“Permenungan kita sejak minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung sampai Sabtu Haleluya telah kita lakukan. Namun permenungan saja tidak cukup untuk bisa bangkit, tahap selanjutnya adalah menyatakan spirit kebangkitan itu dalam tindakan nyata,” kata Pater Berto.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Bertolomeus Bolong OCD
Previous ArticleFrans Sarong: Jangan Hanya Percaya Begitu Saja Laporan dari TPS
Next Article Bawaslu Manggarai Rekomendasikan Lima TPS Gelar PSU

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.