Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dugaan Kasus Suap, Melchias Mekeng Dipanggil KPK
NTT NEWS

Dugaan Kasus Suap, Melchias Mekeng Dipanggil KPK

By Redaksi8 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gedung KPK (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Kasus dugaan suap pengadaan proyek PLTU Riau-1 terus berlanjut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (8/5/2019) memanggil politisi Golkar asal NTT, Melchias Markus Mekeng sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Selain Mekeng, KPK juga memanggil dua pejabat lain dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dua pejabat tersebut yakni Sekretaris Jenderal KESDM Ego Syahrial dan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara KESDM Bambang Gatot Ariyono.

Dilansir dari CNN Indonesia, KPK juga memanggil pegawai Corporate Secretary Group PT Bank Mandiri Dadang Suryadi, Kepala Cabang PT Bank Mandiri cabang Jakarta Plaza Mandiri, Eferlina, pemimpin wilayah Jakarta Senayan SVP PT BNI Yanar Siswanto, serta terpidana mantan wakil ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Dalam kasus ini, Saragih menyebut Mekeng berperan dalam menunjuknya sebagai wakil ketua Komisi VII DPR RI untuk mengawal proyek PLTU Riau-1.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka kasus suap pengadaan proyek PLTU Riau-1.

Penetapan tersangka dilakukan setelah KPK mengembangkan perkara kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama PLTU Riau-1.

Sofyan diduga bersama-sama atau membantu Eni Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo.

Sofyan diduga berperan dalam membantu Blackgold melalui anak usahanya PT Samantaka Batu bara untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-I. Samantaka akan memasok kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang itu. (CNNIndonesia/VoN)

Kota Kupang Melchias Markus Mekeng
Previous ArticleBupati Nagekeo: O2SN Jadi Dasar Pembentukan Karakter Siswa
Next Article Tiga Srikandi TTS Siap Melenggang ke Gedung Sasando

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.