Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU, Yanuarius Salem saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa 14 Mei 2019. (Foto: Eman/VoxNTT).

Kefamenanu, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menargetkan ruas jalan Supun-Ban’ulu Kecamatan Biboki Selatan mulai dikerjakan bulan Juni mendatang.

Namun, hal itu jika proyek jalan sepanjang 9 km dan menghabiskan dana Rp 18 miliar lebih itu bisa dilelang akhir Mei mendatang sesuai target.

“Target kita akhir Mei ini sudah lelang. Kalau memang sesuai target itu, maka awal Juni sudah bisa tanda tangan dengan kontraktor pemenang tender dan pertengahan Juni sudah bisa mulai dilakukan pengerjaan jalan dimaksud,” jelas Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU, Yanuarius Salem saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (14/05/2019).

Untuk pembebasan lahan, Yanuarius mengaku, hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi dengan masyarakat.

Namun begitu, berdasarkan hasil perbincangan dengan masyarakat saat dirinya dan tim turun melakukan survey, jelasnya, masyarakat sudah bersedia menyerahkan tanahnya.

Selain itu saat pertemuan dengan para kepala desa dan camat Biboki Selatan berkaitan dengan pembangunan jalan tersebut juga tidak ada keberatan yang disampaikan.

“Kan itu sudah ada jalan lama, nanti tinggal peningkatan saja. Mungkin kasih lebar sedikit lagi saja. Saat bincang-bincang dengan masyarakat, mereka bersedia serahkan tanah asalkan jalan itu bisa segera dikerjakan,” tuturnya.

Kepala Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Marselus Tani saat dihubungi media ini via telepon mengaku, perbaikan ruas jalan Supun-ban’ulu hingga ke Mena sudah sangat lama dirindukan oleh masyarakat.

Sehingga ia berharap, hal tersebut bisa segera terlaksana agar masyarakat yang hendak bepergian ke wilayah Pantai Utara tidak lagi harus melewati jalan yang rusak seperti saat ini.

“Kita berharap bisa segera dikerjakan tetapi tetap perhatikan kualitas, sehingga bisa lama dipakai oleh masyarakat,” ujarnya.

Untuk pembebasan lahan, ia mengaku, masyarakat pasti akan mau menyerahkan lahannya.

Kendati begitu, ia berharap pihak Dinas PUPR bisa turun untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi agar masyarakat bisa memahami hal dimaksud.

“Memang jalan yang nanti mau kerja ini agak lebih luas dari yang sekarang. Saya yakin dengan pendekatan yang baik, masyarakat pasti akan mau kasih tanahnya apalagi ini untuk kepentingan masyarakat juga,” tandasnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J