Kondisi sampah di TPA Poco pada Sabtu (18/05/2019). (Foto: Pepy/Vox NTT).

Ruteng Vox NTT-Merasa telah dibohongi Pemerintah Kabupaten Manggarai, Warga Ncolang, Desa Poco, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai menghadang mobil pengangkut sampah yang hendak menuju Tempat Pengelolahan Sampah di Poco, Sabtu (18/05/2019).

Sebelumnya, warga bersama Pemerintah Desa telah melakukan pertemuan dan membuat kesepakatan untuk melakukan aski tersebut. Sehingga, sejak Pukul 06.00 Wita warga sudah menunggu mobil pengangkut sampah.

Penghadangan itu dilakukan sekita pukul 09.00 Wita tepat di perbatasan Kampung Ndehes dan Kampung Poco, Desa Poco.

Warga Ncolang, Desa Poco, Adel Gunda Baya, mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keberadaan TPA Poco yang dinilai tidak terurus. Keberadaan TPA dianggap telah mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Tadi malam kami sudah buat kesepakatan untuk lakukan aksi ini, karena keberadaan TPA sangat mengganggu kami di sini. Mulai hari ini, sampah dari kota Ruteng tidak boleh lagi buang di sini (TPA Poco),” Katanya.

Sejumlah mobil pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai. (Foto: Pepy/Vox NTT).

Warga mengaku kesal dengan keberadaan TPA poco, sejak lama mereka tak lagi menghirup udara segar karena terganggu dengan bau busuk dari sampah yang menumpuk dan tak terurus di TPA Poco.

Pemerintah manggarai dinilai tidak memikirkan dampak keberadaan TPA Poco terhadap warga sekitar, keberadaan lokasi itu sangat dekat dengan pemukiman warga, warga pertanyakan, sebelum membangun temapt itu, apakah sudah ada kajian terkait dampak lingkunan.

Warga mangaku sering menhirup udara yang mengandung zat kimia, disebabkan asap hasil pembakaran sampah di TPA Poco. Bahkan anak-anak sekitar TPA Poco sering mengalami sakit paru-paru, setelah diperiksa dokter itu disebabkan sering menghirup udara tidak sehat.

“Alasannya karena sejak awal kami selalu menghirup udara yang tidak segar lagi, kami tinggal di Desa karena ingin menghirup udara segar, tapi di sini (Desa Poco) kami tidak merasakan itu. Kami meminta kepada pemerintah untuk hentikan pembuangan sampah di sekitar tempat tinggal kami,” katanya.

Ketua BPD Desa Poco, Paulus Ungkur, mengaku, telah dibohongi Pemkab manggarai, karena awalnya Lokasi itu untuk tempat pengolahan sampah menjadi pupuk kompos, tapi seiring perjalanan waktu kini sepertinya telah menjadi Tempat Pembuangan Akhir.

Sejak beberapa tahun terakhir, warga mengaku tidak ada lagi aktivitas pengolahan sampah di Poco, tumpukan sampah semakin banyak dan tidak lagi diperhatikan pemerintah. Udara pembawa penyakit dak dapat dihindarkan lagi.

“Kami telah dibohongi pemerintah, karena dulu katanya tempat ini untuk pengolahan sampah, tapi kenyataannya dijadikan Tempat Pembuangan Akhir. Apapun alasannya, kami tidak mau lagi ada pembuangan sampah di sini” tegasnya.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi pengahadangan mobil sampah Pemda Manggarai yang diwakili oleh Dinas lingkungan Hidup dan Staf Ahli Bupati Manggarai, Marsel Gambang sedang melakukan negosiasi dengan warga.

Namun, hingga kini warga tetap pada prinsipnya untuk menolak sampah dibuang di TPA tersebut, warga meminta sampah yang ada di dalam mobil agar dikembalikan ke kota ruteng.

Penulis: Pepy Kurniawan

Editor: Boni J