Wakil Gubenur (Wagub) NTT, Josef A Nae Soi saat hadir pada acara peletakan batu pertama, pekerjaan ruas jalan Bealaing-Mukun-Mbazang, di Mukun, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Kamis (09/05/2019) (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Borong, Vox NTT-Tahun 2019, Provinsi NTT mendapatkan bantuan dana lebih dari Rp 9,4 triliun.

Hal itu disampaikan Wakil Gubenur (Wagub) NTT, Josef A Nae Soi saat memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama, pekerjaan ruas jalan Bealaing-Mukun-Mbazang, di Mukun, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Kamis (09/05/2019).

“Tahun ini seluruh NTT, Dana Desa (DD) kita dapat 3 triliun lebih, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah-sekolah SLTA, SD SMP 3,7 triliun,” ujarnya.

Lanjut Josef, begitupun juga dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang tadinya hanya dapat 800 miliar, sekarang dapat 2,7 triliun untuk masyarakat miskin.

Wagub Josef menegaskan, bantuan dana desa yang diberikan pemerintah tidak boleh ada penyelewengan.

“Di sini saya belum dengar. Berani saya ada dengar saya akan turun langsung ke desa itu. Karena saya sangat sakit hati. Karena saya yang memperjuangkan Undang-undang desa itu dan memperjuangkan anggaran itu,” tegasnya.

Terkait Program Keluarga Harapan (PKH), kata Josef, ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan dengan para pastor, suster dan pendeta.

“Saya sudah minta dengan bapak-bapak Uskup, ketua GMIT tolong bantu kami. Bukan kami tidak percaya dengan pendamping PKH tetapi pendamping ini kadang-kadang tidak cari orang miskin benar-benar kasih tetapi kasih ke keluarga,” ujarnya.

“Ya, di sana bukan di sini Tetapi tidak di sini di provinsi lain,” sambungnya.

Menurutnya, para suster itu tidak mendapatkan uang dari pemerintah tetapi mereka merawat orang sakit dan memberi makan kepada orang kurang mampu. Pastor-pastor juga pergi melayani.

“Mengapa kita tidak kerja sama dengan mereka? Dan mereka lebih tahu orang-orang-orang yang benar-benar miskin,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) perlu ditingkatkan.

“Kalau jalan sudah bagus, koperasi ditingkatkan harga komoditi komoditi kita kian meningkat,” imbuhnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba