Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Warga Poco: Kami Tidak Diboncengi oleh Siapapun
NTT NEWS

Warga Poco: Kami Tidak Diboncengi oleh Siapapun

By Redaksi15 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Marsel Gambang (memegang kertas) dan Bupati Manggarai Deno Kamelus (Foto: Dok. Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Warga Poco, Desa Poco, Kecamatan Wae Ri’i turut berkomentar terkait pernyataan Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHD) Manggarai Marsel Gabang.

Pasalnya, Marsel menilai polemik TPA Poco terkait politik Pilkada Manggarai 2020, sebagaimana telah dimuat di portal berita online tajukflores.com.

Marsel menduga persoalan TPA Ncolang sengaja dibesar-besarkan oleh pihak tertentu. Alasanya, kata dia, selama ini petugas tidak pernah melakukan pembakaran di TPA Ncolang.

“Jika polemik TPA Ncolang di KM 10 sengaja dibesar-besarkan pihak tertentu. Boleh dikatakan berita-berita itu hoaks, kan musimnya seakarang (politik), pasti ada-ada saja,” katanya sebagaimana dilansir tajukflores.com.

Salah satu warga Poco Florianus Dahang mengatakan, persoalan TPA merupakan murni atas keluhan masyarakat.

Ia menegaskan, pihaknya tidak diboncengi oleh siapapun apalagi anggapan persoalan TPA Poco merupakan bagian dari kepentingan politik menjelang pilkada 2020 mendatang.

“Sekali lagi kami tidak di boncengi oleh siapa siapa betul betul murni dari hati nurani kami,” ujar Florianus kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (13/06/2019).

Florianus bahkan menyebut pernyataan Marsel Gambang yang menyetakan bahwa pemanfaatan lokasi pengelolaan sampah TPA Poco sejak tahun 2005 adalah hoaks.

Sebab, menurut Florianus pemanfaatan lokasi pengelolaan sampah itu baru mulai tahun 2015.

Kata dia, warga tidak mempersoalkan kepemilikan tanahnya. Namun warga Poco hanya mempersoalkan dampak dari pengelolaan TPA Poco yang tidak diurus dengan baik.

Sebelumnya ia mengaku tidak merasakan dampaknya.

Namun sejak beberapa tahun terakhir warga Poco baru merasakan dampak dari keberadaan TPA tersebut yang berada di dekat pemukiman penduduk.

“Terkait dengan pemindahan lokasi itu kan urusanya pemerintah kenapa pa Marsel tanya lagi ke warga? Kan aneh. Terkait lalat dan bau tidak sedap yang pa Marsel katakan dari dulu kami tidak pernah rasakan, yang kami rasakan itu sejak kehadiran TPA. Lalu mengenai asap di TPA itu sangat besar bukan seperti yang dijelaskan oleh pa Marsel, kesimpulan kami semua yang disampaikan oleh pa Marsel Gambang tidak sesuai dengan kenyataan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala DLHD Manggarai Marsel Gambang menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya di portal berita online tajukflores.com, jika memang salah.

Namun demikian, ia berdalil pernyataannya tersebut bukan terkait Pilkada 2020, namun lebih ditekankan pada berita hoaks.

“Klarifikasi polemik TPA Poco dalam berita Tajuk flores.com. sy (saya) menyampaikan permohonan maaf kalu (kalau) pernyataan saya salah, karena yg (yang) sy (saya) maksudkan adalah bukan terkait pilkada 2020, tapi penekanannya adalah berita hoax. Sekali lagi atas nama pribadi sy (saya) menyampaikan permohonan maaf,” kata Marsel melalui pesan WhatsApp yang diterima VoxNtt.com.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

DLHD Manggarai Manggarai TPA Poco
Previous ArticleKetika Anak TK Tampil Fragmen Nenek Pikul Kayu, Orangtua Meledak Tertawa
Next Article Fraksi Demokrat: Pergeseran APBD NTT Dinilai Sebagai Bentuk Manipulasi Dokumen

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.