Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Usir Wartawan, Pena Batas RI-RDTL Kecam Tindakan Kasat Resnarkoba Belu
NTT NEWS

Usir Wartawan, Pena Batas RI-RDTL Kecam Tindakan Kasat Resnarkoba Belu

By Redaksi22 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Pena Batas RI-RDTL, Fredrikus Bau (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT-Komunitas wartawan di Belu yang tergabung dalam organisasi Persatuan Jurnalis Perbatasan RI-RDTL(Pena Batas RI-RDTL) mengecam tindakan Kasat Resnarkoba Polres Belu, Iptu Ivans Drajat.

Kecamatan itu lantaran Iptu Ivans melarang dan mengusir salah seorang wartawan GerbangNTT.com, Mariano Parada saat hendak meliput kegiatan kunjungan pejabat dari Timor Leste, Kamis 20 Juni 2019 siang.

Atas tindakan tersebut, Ketua Pena Batas RI-RDTL Edy Bau mengecam tindakan Iptu Ivans yang terkesan menghalangi kerja jurnalis. Iptu Ivans juga terkesan menghina Mariano di hadapan banyak orang.

“Terkait kejadian ini, saya selaku ketua Pena Batas RI-RDTL mengutuk perilaku oknum pejabat Polisi dalam hal ini Kasat Resnarkoba Polres Belu, Iptu Ivans yang terkesan menghalangi wartawan saat bertugas dan mengintimidasi wartawan. Kami menilai, perilaku ini tidak pantas dilakukan seorang pejabat Kepolisian karena telah mempertontonkan aksi premanisme,” ujar Edy dalam rilisnya yang diterima VoxNtt.com, Jumat pagi (21/06/2019).

Karena itu, lanjut Edy, Pena Batas meminta Kapolres Belu AKBP Christian Tobing untuk menindak oknum pejabat yang berperilaku preman.

Edy menuturkan, Belu adalah tanah sahabat. Sebab itu, tindakan premanisme tidak dibenarkan dan tidak ditolerir.

“Kami juga akan melaporkan secara resmi tindakan oknum ini ke bagian Paminal/Provost dan juga melaporkan ke Polda NTT melalui surat resmi,” tutup Edy.

Baca di sini sebelumnya: Kasat Resnarkoba Polres Belu “Usir” Wartawan Saat Hendak Meliput

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Polres Belu
Previous Article73 SMA dan SMK di NTT Pendaftaran PPDB Gunakan Sistem Zonasi
Next Article Ferdy Hasiman Soal Tapal Batas: Andreas Agas Bupati Paling Lemah di NTT

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.