Home HEADLINE Infografik: Potensi Desa di NTT

Infografik: Potensi Desa di NTT

Jumlah desa tertinggal 1.094 (35,89 persen), desa berkembang 1.945 (63,81 persen), dan desa mandiri 9 (0,30 persen).

377

Berdasarkan hasil Podes 2018, tercatat 3.353 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa yang terdiri dari 3.048 desa dan 305 kelurahan.

Podes juga mencatat sebanyak 309 kecamatan dan 22 kabupaten/kota.

BPS kemudian melakukan penghitungan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan kategori tertinggal, berkembang, dan mandiri.

Semakin tinggi IPD menunjukkan semakin mandiri desa tersebut. Jumlah desa tertinggal 1.094 (35,89 persen), desa berkembang 1.945 (63,81 persen), dan desa mandiri 9 (0,30 persen).

Kios Rakyat, salah satu unit usaha BUMDes Desa Oelfatu, Kab Kupang (Foto: Sandry Hayon/VoxNtt.com)

Rata-rata IPD untuk Dimensi Transportasi 81,79, Dimensi Penyelenggaraan Pemerintahan 74,14, Dimensi Pelayanan Dasar 49,54, Dimensi Pelayanan Umum 42,77, dan Dimensi Kondisi Infrastruktur 28,96.

Pada tahun 2018 telah ada 1.031 desa/kelurahan yang memiliki produk unggulan.

Produk unggulan ini ada dua macam, yaitu produk makanan dan produk nonmakanan.

Unit usaha bengkel motor “GP” milik Desa Golo Pua, Manggarai Barat, NTT (Foto: Dok. Change’O)

Ada sebanyak 488 desa/kelurahan yang hanya memiliki produk unggulan makanan, sementara ada 236 desa/kelurahan yang hanya memiliki produk unggulan non-makanan.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan desa/kelurahan memiliki 2 macam produk unggulan tersebut, seperti yang terjadi pada 307 desa/kelurahan.

Lebih jauh lagi, ternyata ada 55 desa/kelurahan memiliki produk unggulan yang telah diekspor keluar negeri. (VoN)

alterntif text