Peserta Langa Youth Day dijemput dengan tarian Ja'i
alterntif text

Bajawa, Vox NTT- Ajang Langa Youth Day atau Hari Kaum Muda Langa menampilkan khazanah adat istiadat dan kebudayaan setempat.

Ajang ini akan berlangsung lima hari ke depan pada 26-30 Juni 2019, setelah sebelumnya menggelar kegiatan Hari Anak Maria selama empat hari di wilayah Boradho, Desa Bomari, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Kini Langa Youth Day kembali digelar dengan mengusung tema “Peran Generasi Milenial Katolik dalam Melestarikan Khazanah Adat Istiadat dan Kebudayaan Langa”.

Kegiatan itu dihadiri sebanyak 657 peserta orang muda dari 7 wilayah rohani paroki Maroa Ratu Semesta Alam Langa.

Peserta berasal dari lima desa yakni Bela, Beja, Boradho, Langagedha, Bomari, Borani dan Wolokoro. Mereka akan berproses selama lima hari di wilayah rohani Beja.

Ini untuk yang ke enam kalinya ajang Langa Youth Day. Kegiatan, didanai secara swadaya oleh orang muda dan sumbangan dari masyarakat sekitarnya.

Selama lima hari, akan diisi dengan materi-materi di antaranya; Ketahanan Nasional, Kesehatan Reproduksi, Kewirausahaan, dan Pengenalan Budaya Langa.

Selain itu, ada juga lomba-lomba seperti Ja’i Kreasi, Paduan Suara,  Pop Singer, Kuis Kitab Suci, Mazmur, dan Voli Putra Putri.

Ketua Panitia Langa Youth Day Filemon Dopo Wago mengatakan, saat pembukaan kegiatan seluruh peserta akan diterima dengan seremonial adat Langa, kemudian “meghe” (tradisi makan bersama orang Ngada).

Emon, sapaan akrab Filemon Dopo Wago,  mengatakan seluruh rangkaian Langa Youth Day tidak terlepas dari dukungan dari orang tua di Kampung Beja secara khusus dan Langa umumnya.

Ketua Panitia Langa Youth Day, Filemon Dopo Wago

Dia berharap agar Langa Youth Day bisa membawa pembaharuan bagi orang muda di Langa.

Kepala Desa Beja Yohanes Sawu di sela sela acara pembukaan, Rabu (26/06), mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan orang muda ini.

Sebab, kata dia, sebagai regenerasi masyarakat desa Beja ada di pundak kaum muda.

“Kami masyarakat Desa Beja sangat mendukung kegiatan ini karena ini merupakan pembelajaran bagi kaum muda untuk menjadi pribadi yang lebih luar biasa,” katanya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

alterntif text