(Minggu Tubuh dan Darah Kristus, 7 Juni 2026, Tahun A; Ul 8:2-3.14b-16a; Mzm 147:12-13.14-15.19-20.R:12a; 1 Kor 16-17; Yoh 6:51-58)
Alam membagi dan memberikan hidup kepada kita. Ia memberikan tubuh dan darahnya. Alam hadir, ada, dan tinggal dalam kita, kita juga tinggal di tengah alam. Namun manusia sering menghisap dan merusak alam. Sehingga ada tanah gersang dan padang gurun. Mari kita memberi tubuh dan darah kita untuk kelestarian alam, untuk hidup kita sendiri.
Oleh: Rm. Inosensius Sutam
1
Kristus Hadir secara Nyata dalam Kehidupan Setiap Hari
Pada hari minggu ini kita merayakan pesta tubuh dan darah Kristus. Kristus memberikan tubuh dan darahNya kepada kita semua dan kepada dunia. Namun pemberian itu dinyatakan dalam makanan dan minuman sehari-hari manusia: roti dan anggur. Tubuh dan Darah Kristus menyatu dengan hidup harian manusia. Hal itu dinyatakan dalam ketiga bacaan hari ini.
2
Allah Menyertai Ziarah Manusia dengan Memberikan Makan dan Minum
Dalam bacaan pertama, Musa berbicara di padang gurun yang bisa diolah menjadi kebun di mana gandum bertumbuh (roti/makanan) yang terletak di Sungai Yordan (minum). Musa menyampaikan wasiat dan nasihat: (a) Ingat selalu akan Tuhan yang membawa Israel keluar dari rumah perbudakan; (b) yang membimbingnya di padanga gurun gersang penuh ular, kalajengking, dan tanpa air.
(3)
(c) Ziarah 40 tahun di padang gurun adalah kehendak Allah. (d) Tuhan ingin mengetahui dan merendahkan hati bangsa Israel: membiarkan mereka lapar dan haus lalu memberi mereka makan manna dan memberi air dari batu keras. (e) untuk membuat mereka mengerti bahwa manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari Sabda yang keluar dari mulut Tuhan.
3
Anggur dan Roti dalam Persekutuan dengan Tubuh dan Darah Kristus
Dalam bacaan kedua, Paulus mengingatkan umat Korintus bahwa (a) lewat anggur dalam piala syukur dan roti yang dibagi-bagi dalam Ekaristi, mereka bersatu dalam persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus; (b) roti satu dan piala satu, karena itu walaupun banyak, mereka juga satu.
4
Yesus, Roti Hidup dari Surga Memberi Makan dan Minum untuk Hidup Kekal
Dalam bacaan Injil, (a) Yesus memperkenalkan diriNya sebagai Roti Hidup dari surga untuk kehidupan dunia. Artinya bukan roti mati dari dunia. Agar dunia hidup, ia harus makan roti itu sebagai makanan yang sesungguhnya; (b) yang memakannya akan memperoleh hidup kekal; ini bukan makanan sementara duniawi; (c) Kristus juga memberi darahNya sebagai minuman sesungguhnya.
5
(d) Yang makan daging dan minum darah Kristus akan memperoleh tiga hal: (i) ia memiliki hidup dalam dirinya: ia akan hidup oleh Kristus; (ii) ia memperoleh hidup kekal, karena dibangkitkan pada akhir zaman; (iii) ia tinggal dalam Kristus dan Kristus dalam dia.
6
Kristus Hidup dalam Diri Kita, Kita Hidup dalam DiriNya
Pesan bacaan hari ini untuk kita….
Pertama, Tuhan adalah hidup itu sendiri. Ketika kita hidup, Tuhan hadir dalam diri kita. Hidup itu adalah ziarah yang kadang-kadang sulit seperti padang gurun. Tanpa makanan dan minuman. Namun Tuhan hadir memberikan makanan dan mninuman. Secara fisik kehadiran Tuhan nyata dalam makanan dan minuman harian kita. Tanpanya tak ada kehidupan. Kita mati. Kristus adalah hidup yang sesungguhNya. Ia membagi dan memberikan hidupNya sendiri, yaitu daging dan darahNya sendiri kepada kita. Agar kita hidup dalam Dia dan Dia dalam kita. Kemudian dibangkitkan dalam kehidupan kekal. Karena itu hidup itu suci, jangan dicemari dengan dosa. Jangan juga menyengsarakan dan menghilangkan hidup orang lain.
7
Kedua, makanan dan minuman diperoleh melalui kerja keras. Tuhan hadir dalam kerja kita sebagai apa saja asalkan itu pantas dan layak secara kultural, yuridis, etis, dan spiritual. Ketika kita bergerak untuk bekerja, Tuhan yang menggerakkan. Karena itu dengan bekerja sebagai apa saja, dan hal itu demi menghidupkan diri dan sesame, maka kita mengambil bagian dalam karya ilahi, karya penebusan Kristus. Karena itu bekerjalah dengan jujur. Hormati kerja orang lain apa saja. Jangan mencuri, jangan korupsi. Jangan malas. Jangan menipu.
8
Ketiga, hidup itu adalah sebuah persekutuan dalam perjamuan cinta kasih di mana semua orang mengambil bagian dalam makanan dan minuman yang sama yang mengalir dari Sabda Tuhan dan Tubuh dan Darah Kristus. Kita diajari untuk memberi dan membagi hidup kita, milik kita, dan hasil karya kita kepada orang lain. Jangan pelit. Jangan serakah. Jangan jadi lintah darah. Jangan memerasa, menghisap darah, keringat, hidup sesame untuk memperkaya diri.
9
Keempat, dimensi ekologis dari bacaan hari ini untuk kita adalah padang gurun, sungai, batu, air, ular, kalajengking, tanah gersang, roti, daging, darah. Alam telah memberi kita roti, anggur, makanan dan minuman. Ia membagi dan memberikan hidup kepada kita. Ia memberikan tubuh dan darahnya. Alam hadir, ada, dan tinggal dalam kita, kita juga tinggal di tengah alam. Namun manusia sering menghisap dan merusak alam. Sehingga ada tanah gersang dan padang gurun. Mari kita memberi tubuh dan darah kita untuk kelestarian alam, untuk hidup kita sendiri.

