Ruteng, VoxNTT.com – Progres pekerjaan preservasi Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi yang ditangani Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Ruteng telah mencapai 86 persen. Proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp33 miliar itu ditargetkan selesai sebelum musim hujan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Ruteng, Nurindah, mengatakan pekerjaan preservasi mencakup enam jenis penanganan, yakni pemeliharaan rutin kondisi jalan, holding, rehabilitasi minor, rehabilitasi mayor, rehabilitasi jembatan, serta penanganan longsoran.
“Pekerjaan preservasi tersebut mencakup enam lingkup penanganan, yakni pemeliharaan rutin kondisi jalan, holding, rehabilitasi minor, rehabilitasi mayor, rehabilitasi jembatan serta penanganan longsoran,” kata Nurindah kepada VoxNtt.com, Kamis, 5 Agustus 2026.
Selain enam lingkup pekerjaan tersebut, proyek juga meliputi pengaspalan di sejumlah segmen, penutupan lubang jalan, pembangunan saluran drainase, serta penanganan titik-titik longsor untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Pekerjaan tersebut masih berlangsung dan ditargetkan rampung sebelum musim hujan agar dapat berfungsi secara optima,” ujarnya.
Menurut Nurindah, tantangan utama selama pelaksanaan proyek berasal dari faktor cuaca, terutama hujan yang berpotensi menghambat pekerjaan di lapangan. Meski demikian, ia menegaskan secara teknis seluruh pekerjaan tetap berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.
Ia mengatakan kualitas pekerjaan menjadi prioritas dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Pengawasan dilakukan secara ketat dengan melibatkan konsultan pengawas dan tim pengendali mutu. Setiap item pekerjaan harus melalui pemeriksaan kualitas sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Jadi kan kita ada konsultan juga, ada quality control-nya juga. Jadi setiap tahapan-tahapan kita harus melalui kualitas,” ungkapnya.
Proyek preservasi Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi dikerjakan oleh PT Flores Konstruksindo Utama dengan dukungan APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp33 miliar.
Penulis: Isno Baco

