Jalan dua jalur yang melewati depan Kantor Bupati dan DPRD TTS nampak gelap gulita di malam hari karena lampu jalan belum diperbaiki. Diabadikan, Kamis (27/06/2019) malam. (Foto: L. Ulan/VoxNtt.com).

Soe,Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) saat ini terus menggenjot Program “TTS Terang”. Wajah Kota Soe yang sebelumnya gelap, kini mulai nampak terang.

Pantauan VoxNtt.com, di beberapa lokasi keramaian seperti area pertokoan Kota Soe maupun jalan di depan Lapangan Puspenmas hingga Jalan El Tari nampak terang di malam hari

Hanya saja di jalur dua depan Kantor Bupati TTS dan Kantor DPRD TTS masih gelap gulita. Sesuai hasil pantauan, banyak lampu jalan yang rusak dan belum diperbaiki.

Kondisi gelap demikian, memicu pengeluhan masyarakat sekitar maupun pengguna jalan.

Bupati TTS, Epy Tahun yang diwawancarai belum lama ini, mengatakan, “TTS Terang” merupakan salah satu program prioritas. Oleh karen itu dirinya sudah memerintah dinas terkait agar segera memperbaiki lampu jalan di lokasi tersebut.

“Gelap karena banyak lampu yang hilang. Dinas terkait sudah diminta agar segera memperbaki,” ujar Bupati Epy.

Kondisi jalan dua jalur yang gelap ini pun mendapat sorotan anggota DPRD TTS, Hendrikus Babys.

Saat dimintai komentarnya, Hendrik Babys, mengatakan, pimpinan daerah TTS, dalam pelaksanaan program kegiatannya, harus punya skala prioritas.

“Jalan dua jalur itu merupakan salah satu pusat aktivitas perkantoran pemerintah. Selain itu ada juga aktivitas ekonomi di sana. Seperti: jualan jagung bakar maupun ojek serta aktivitas maayarakat di wilayah sekitar,” sebut Heba, panggilan Hendrik Babys.

Oleh karena itu, Heba meminta Pemerintah Kabupaten TTS harus memperhatikan lampu jalan di lokasi tersebut.

“Kalau jalan gelap seperti itu juga bisa memicu berbagai aksi kriminal. Harus segera perbaiki lampu jalan di sana. Agar masyarakat yang mengakses jalan ini bisa nyaman. Aktivitas ekonomi kecil dan menengah bisa ada juga di sana, maka harus segera perbaiki. Jangan lihat yang besar di jauh. Lalu, lupa yang kecil di depan mata,” kritiknya halus.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

alterntif text