Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Sudahkah Nasib Guru di Matim Diperhatikan? Ini Sejumlah Faktanya
VOX GURU

Sudahkah Nasib Guru di Matim Diperhatikan? Ini Sejumlah Faktanya

By Redaksi11 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ucapan Natal dan Tahun Baru yang dipajangkan di depan pintu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur (PK Matim) (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Di Manggarai Timur (Matim) rupanya kesejahteraan guru belum diperhatikan serius oleh pemangku kebijakan di kabupaten itu.

Hampir setiap pergantian roda kempemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK), polemik guru masih terus terdengar hingga saat ini.

Tiga kadis berganti, sejak Fransiskus Selamat, Frederika Soch hingga Basilius Teto geliat membangun pendidikan seolah belum menyentuh persoalan yang paling mendasar yang dialami para guru di Matim.

Berikut sejumlah fakta terkait nasib guru yang dihimpun VoxNtt.com:

Pertama, Gaji Guru Dipotong

Pada masa Kadis Frederika Soch besaran gaji guru THL di Matim awalnya Rp 1.250.000. Namun, dia menurunkan gaji guru THL itu menjadi Rp 700.000 tiap bulannya.

Hal ini pun sempat memicu polemik antara pemerintah guru dan juga DPRD. Namun, lambat laun persoalan itu pun dingin dan hilang.

Walau pada akhirnya gaji para guru THL dibayar sesuai dengan kesepakatan awal Rp 1.250.000, namun sejak masa Basilius memimpin Dinas PK Matim besaran gaji guru saat ini semuanya sama yakni Rp 700.000 setiap bulan.

Hal itu diketahui sejak kadis Basilius mengadakan seleksi guru penerima insentif.

Kedua, Gajinya Sering Ditunda

Penundaan penerimaan gaji guru bukan hal baru. Pada (28/05/2019) lalu, sudah 5 bulan honor guru komite yang menerima Bosda belum diterima.

Basilius berjanji gaji guru dalam waktu dekat akan masuk ke rekening setiap guru. Bahkan dirinya mengaku, honor guru insentif sudah 1 (satu) bulan diproses di Badan Keuangan dan mungkin sekarang sementara diproses di Bank NTT.

Walau tak ada unsur kesengajaan, namun keterlambatan itu sudah membuat para guru di Matim susah dan sedih.

Ketiga, Hasil Testing Guru Masih Abu-abu

Hingga kini testing guru penerima insenstif belum menemukan titik terang. Dari pengakuan kadis Basilius, berdasarkan hasil analisis kebutuhan guru Matim saat ini membutuhkan 1.225 orang.

Namun, pihaknya kini tengah melakukan analisis berdasarkan kebutuhan dan perangkingan dari setiap peserta.

Basilius juga meminta agar pihaknya diberi waktu untuk melakukan analisis padahal testing tersebut dilakukan secara online yang bekerja sama dengan beberapa pihak di luar pemerintah.

Keempat, Lama Mengabdi Tak Diperhitungkan

Menjadi guru di Matim lamanya masa mengabdi tidak diperhitungkan. Pada masa Basilius ada banyak guru yang sudah mengabdi lebih dari 5 tahun tetap mengikuti seleksi penerima insenstif guru.

Padahal, sebelumnya sudah diinformasikan bahwa guru yang sudah lama mengabdi akan menjadi prioritas oleh pemerintah daerah Matim. Bahkan Basilius kala itu dinilai melanggar kesepakatan antara pemerintah dan DPRD.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

 

Dinas PK Matim Guru Guru Bosda Manggarai Timur
Previous ArticleDiajak Ansy Lema ke Kupang, Ahok: Saya Mau dan Tinggal Atur Waktu
Next Article Polri Raih Enam Kali Predikat WTP dari BPK RI

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.