Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemprov NTT Diingatkan untuk Hindari Mekanisme Sinterklas
NTT NEWS

Pemprov NTT Diingatkan untuk Hindari Mekanisme Sinterklas

By Redaksi7 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi saat mendengarkan pemandangan umum Fraksi Demokrat NTT atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi NTT tahun anggaran 2019 di ruangan Kelimutu, lantai 2 Kantor DPRD NTT, Rabu 7 Agustus 2019. (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Tak hanya menolak keputusan Pepmprov terkait penutupan dan relokasi warga Pulau Komodo, Fraksi Demokrat NTT juga mengingatkan Pemerintah Provinsi untuk menghindari “mekanisme Sinterklas” alias bagi-bagi program dan dana tanpa melalui pengkajian, perencanaan maupun mekanisme pembahasan dan penetapan program yang ada.

“Kami mendapat informasi  dari berita media yang tersebar luas, kutipan langsung janji Bapak Gubernur, yang menjanjikan proyek maupun bantuan program 100 miliar untuk masyarakat Perbatasan Bajawa-Manggarai Timur, 100 Miliar di Perbatasan Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, 100 miliar untuk rencana Penutupan Pulau Komodo dan lain sebagainya,” ungkap Juru bicara Fraksi, Leonardus Lelo saat membacakan pemandangan umum Fraksi.

“Ini angka yang fantastis, jumlahnya besar sekali, dari mana sumber dananya, apakah sudah ada SIDnya atau feasibility study dan perencanaan yang matang?,” tanya Leo.

Model pemerintahan seperti ini kata dia, memang akan kelihatan populis di Media dan Medsos tapi sebenarnya Old Fashion, alias sudah ketinggalan zaman.

“Semangat era ini adalah sebagaimana yang ditunjukkan sangat baik oleh Bapak Jokowi, Presiden kita saat ini, adalah era pemerintahan yang mendasarkan seluruh proses pemerintahan dan pembangunan melalui sebuah tahapan perencanaan yang tepat, partisipatif  dan berkelanjutan. Tidak sesukanya pemegang kekuasaan, mengekspresikan keinginannya dengan menggunakan uang rakyat,” katanya.

Mendagri Didesak Perintahkan Gubernur NTT untuk Copot TP2

Fraksi Demokrat NTT Tolak Penutupan dan Relokasi Penduduk Pulau Komodo

Pemprov, tegas dia, seharusnya memberikan pembelajaran kepada pemerintahan di bawah hingga ke desa untuk melakukan tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik dan berkualitas.

Fraksi Demokrat juga mengingatkan pemerintah, terkait penyelesaian masalah perbatasan baik di perbatasan Manggarai Timur-Ngada maupun perbatasan di Sumba.

“Pemerintah Provinsi mungkin merasa tegas dan yakin bahwa masalah ini sudah diselesaikan dengan mematok batas, dan menyatakan diri sukses. Tetapi perlu dicermati bahwa, masalah ini masih terus menghangat pada level bawah bahkan akar rumput,” ungkapnya.

Hal ini lanjut dia, terlihat dari berita media tentang penolakan dari Pansus DPRD Kabupaten Manggarai Timur terkait pergeseran batas yang telah dilakukan dan penolakan dari masyarakat Desa Wetana, Sumba Barat.

“Kami berharap agar, pemerintah daerah lebih berhati-hati dan mawas diri dalam mengambil kebijakan terkait dengan urusan perbatasan, agar tidak berpotensi menimbulkan konflik baru dan sengketa berlanjut tanpa usai,” tutup Leo.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

Kota Kupang Leonardus Lelo
Previous ArticleMendagri Didesak Perintahkan Gubernur NTT untuk Copot TP2
Next Article Gelar Seminar dan Lokakarya Nasional 2019, Ini yang Dibahas FKPTPI

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.