Peserta kegiatan pelatihan keterampilan teknisi telepon seluler saat mengikuti seremonial penutupan di kantor Ekklesia komputer, Senin 12 Agustus 2109 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
alterntif text

Kupang, Vox NTT- Ekklesia Komputer bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar pelatihan keterampilan ‘Teknisi Telepon Seluler’.

Kegiatan yang melibatkan 20 orang peserta itu berlangsung selama 40 hari terhitung sejak tanggal 28 Juni sampai 12 Agustus 2019 di Kantor Ekklesia komputer, Kota Kupang, NTT.

Pimpinan Ekklesia Komputer, Tri Suris Lestari mengatakan kegiatan ini bertujuan agar anak-anak muda memiliki kemampuan di bidang telepon seluler.

“Kemudian kami kan memang dan kami tahun 2006 sudah membuka telepon seluler. Kita mau membentuk, menciptakan wirausaha-wirausaha baru di bidang telepon seluler. Meskipun handphone kita semakin banyak tetapi ternyata juga untuk kebutuhan teknisi dibutuhkan begitu,” kata Tri Suris Kepada VoxNtt.com, usai acara seremonial penutupan kegiatan itu di Kantor Ekklesia komputer, Senin (12/08/2019).

Kegiatan itu kata dia, diselengarakan oleh Ekklesia Komputer bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ekklesia komputer karena yang mempunyai pelatihan di bidang telepon selulerkan hanya Ekklesia saja,” ungkap Tri.

Ia mengatakan, kegiatan itu selama satu hari berlangsung selama lima jam dan difokuskan pada keterampilan.

“Dan memang ada sih materi umum yaitu kewirausahaan. Tapi di sini kita fokuskan di keterampilan telepon seluler. Yang banyak ini unit kompetensi, ada dari elektronika dasar, kemudian perkenalan aisi, perkenalan perangkat, troble sitting, sofware,” jelasnya.

Setelah kegiatan itu kata Tri, peserta diwajibkan untuk mengikuti magang selama 10 hari.

“Setelah magang 10 hari nanti mereka dikerjakan di tempat-tempat service, ada yang membuka usaha tetapi fokusnya nanti setelah mereka magang mereka bekerja di tempat service yang sudah disiapkan dan yang sudah kerja sama dengan Ekklesia,” tutur Tri.

Kegiatan itu juga lanjut dia, program beasiswa yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk anak-anak yang putus sekolah.

“Kegiatan ini dilakukan setiap tahun. Kalau tahun ini kita jenis keterampilan teknisi telepon seluler. Mungkin tahun depan bisa marketing atau komputer dan lain sebagainya,” katanya.

Ia berharap peserta bisa menciptakan lapangan kerja untuk orang lain.

“Jadi, setelah inikan mereka tidak menganggur lagi tapi mereka bekerja,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan dan kebudayaan Kota Kupang, Rosalina Dhetan mengatakan pemerintah sangat memperhatikan kehidupan anak-anak muda.

” Kenapa anak-anak muda? Karena kategori anak muda ini pada tahun itu jumlah pengangguran tingkat tinggi, paling banyak,” katanya.

Di kota-kota besar kata dia, pengangguran -pengangguran ini suatu masalah.

“Karena ada pengangguran maka tentu pasti ada yang namanya kekerasan, ada namanya kemiskinan,” ujarnya.

Pemerintah kata dia, melalui direktorat pendidikan luar sekolah memberikan bantuan dan bekerja sama dengan mitra.

“Jadi, kita lihat di sini ada Ekklesia Komputer. Ini adalah mitra kami dari dinas diberi kepercayaan untuk mendidik anak-anak muda atau anak-anak putus sekolah, anak yang tidak melanjutkan kuliah untuk mengikuti kegiatan keterampilan ini,” katanya.

Ekklesia komputer lanjut dia, mendapat kepercayaan untuk memberikan ilmu tentang teknisi telepon seluler.

“Ini agak langka. Kalau yang lalu-lalu itu ada kursus komputer, kursus menjahit, kecantikan, tapi tahun ini ada yakni khusus teknisi telepon seluler. Ini adalah keterampilan yang diberikan kepada kalian,” ungkapnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba