Suasana Upacara Bendera di Lapangan Silawan yang dipimpin Oleh Deputi Bidang Pengelola Potensi Kawasan Perbatasan, Boytenjury. (Foto: Marcel/Vox NTT).

Atambua,Vox NTT–Potensi wisatawan/pengunjung di wilayah perbatasan (crossborder) Nusa Tenggara Timur (NTT) khusunya daerah perbatasan RI-RDTL, yakni Belu, Malaka dan TTU sangat tinggi.

Tingginya angka kunjungan wisatawan ini dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk terus meningkatkan pasar pariwisata.

Salah satu cara yang dilakukan untuk terus mendongkrak kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara adalah dengan menyelenggarakan Festival Wonderful Indonesia.

Untuk tahun 2019 Kemenpar akan menyelenggarakan 12 festival crossborder. Event-event ini akan dilangsungkan di tiga pintu perbatasan yaitu, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Belu, PLBN Wini di TTU, dan PLBN Motamasin di Malaka.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani kepada awak media saat ditemui di sela-sela pembukaan acara Wonderfull Indonesia di PLBN Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur Belu, Sabtu (17/08/2019).

“Potensi crossborder Timor Leste sangat tinggi. Hal ini terlihat dari sejumlah festival crossborder yang kita gelar selama tiga tahun terakhir. Eventnya selalu ramai dikunjungi wisatawan. PLBN pun ramai saat festival digelar, jumlah pelintas batasnya selalu menembus angka 1.000. Potensi ini yang kita maksimalkan untuk mendongkrak pariwisata di daerah perbatasan,” papar Rizki.

Deputi Bidang Pengelola Potensi Kawasan Perbatasan, Boytenjury saat memotong tumpeng sebagai pembukaan acara Festival Crossborder. (Foto: Marcel/VoxNTT).

12 Event Festival Wonderful Indonesia dimulai di PLBN Motaain, Sabtu hingga Minggu 17-18 Agustus 2019. Selanjutnya event lainnya akan digelar pada  31 Agustus-1 September, 14-15 September, 24-25 September, 2-3 Oktober, dan 12-13 Oktober.

Selanjutnya, empat event lain akan dilangsungkan di PLBN Wini pada 24-25 Agustus, 21-22 September, 28-29 September, dan 05-06 Oktober. Sedangkan dua event sisanya digelar di PLBN Motamasin pada 06-07 September dan 09-10 Oktober 2019.

Dijelaskan, Festival Wonderful Indonesia juga disemarakkan dengan berbagai kegiatan seperti pameran kerajinan tangan, bazar hasil industri rumah tangga dan juga wisata kuliner dengan menyajikan makan khas daerah.

“Festival Wonderful Indonesia akan diisi dengan berbagai kegiatan. Ada juga bazar kuliner, sembako hingga souvenir. Jadi siapa pun yang datang bisa mendapatkan souvenir dari dua negara, Indonesia dan Timor Leste,” ujar Rizky.

Untuk memeriahkan suasana, panitia juga membagi-bagikan doorprize dan voucher discount dan juga ada penampilan sejumlah band seperti Panglima, GSNF, Harmoni, Ilumia, Starboys, Moosa, dan X-Samosa.

Pembukaan acara Festival Crossborder ini dirangkai dengan kegiatan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 yang dihadiri Deputi Bidang Pengelola Potensi Kawasan Perbatasan Boytenjury.

Ditemui di sela-sela kegiatan pembukaan Festival Crossborder, Boytenjury mengatakan, pembukaan Festival Crossborder Wonderfull Indonesia dilakukan tepat dengan perayaan HUT RI ke-74 dengan tujuan untuk mengajak seluruh masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam upacara bendera yang sudah merupakan agenda tahunan BNPP.

“kita patut berbangga dengan Presiden Jokowi,karena di era beliau memimpin,seluruh daerah perbatasan mendapat perhatian maksimal baik pembangunan fisik seperti PLBN maupun pembangunan manusia termasuk seperti evrnt crossborder.Hal ini selaras dengan Nawacita yang beliau ikarkan khusunya nawacita ketiga yakni membangun dari pinggir,” jelas Boytenjury

Dijelaskan, potensi di daerah perbatasan sangat luar biasa. Karena itu, pemerintah pusat bertekad untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat perbatasan untuk terus mengisi kemerdekaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga Indonesia bisa tampil sebagai negara yang maju dan bermartabat.

“Marilah kita bersama-sama membangun dan mengisi kemerdekaan ini mulai dari pinggiran, termasuk kawasan perbatasan sebagai serambi Indinesia. Dulu kawasan perbatasan menjadi daerah terbelakang, sekarang kita jadikan kawasan beranda Indonesia,” ajaknya.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni J

alterntif text