Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PKB Dukung PIN Emas untuk DPRD NTT
NTT NEWS

PKB Dukung PIN Emas untuk DPRD NTT

By Redaksi26 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD NTT dari Partai PKB, Yohanes Rumat saat diwawancarai wartawan di ruang Komisi V DPRD NTT, Senin 26 Agustus 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yohanes Rumat mendukung PIN emas untuk DPRD Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan Yohanes Rumat saat diminta tanggapan terkait penolakan PIN emas dari Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT, Christian Widodo.

Baca: Tolak PIN Emas DPRD, Pengamat: PSI Telah Memberikan Pembelajaran Politik yang Baik

Menurut Rumat, PIN emas itu sebagai identitas untuk menunjukkan sebagai anggota DPRD.

“Misalnya si A statusnya apa, termasuk kami ini. PIN ini sebagai anggota DPRD. Oleh karena itu, kami PKB mendukung PIN emas itu. Prinsip kami adalah kinerja dari Anggota Fraksi itu apa? ” ujar anggota DPRD NTT terpilih periode 2019-2024 itu kepada wartawan di ruang komisi V DPRD NTT, Senin (26/08/2019).

Menurut dia, PIN itu terbuat dari emas atau tidak, tentu saja bukan masalah pokok.

“Karena nanti DPRD ini menunjukkan tanggung jawab terhadap pemilihan oleh masyarakat. Lalu dalam kebanyakan tradisi yang lagi diperdebatkan sekarang PIN dari emas, saya kira itu sah-sah saja,” ujar anggota DPRD NTT asal Dapil IV Manggarai Raya itu.

“Selama satu oleh aturan tidak melanggar. Dan ada kesepakatan antara DPRD dan pemerintah untuk menganggarkan terbuat dari emas,” tambahnya.

Sehingga jelas Rumat, tidak boleh melihat emas atau non emasnya. Tetapi melekat di anggota DPRD itu pertanggungjawaban suara-suara telah dititipkan oleh masyarakat.

“Subtansinya di situ. Jadi, kalau PIN saya kira tidak menjadi soal,” tandasnya.

PKB sendiri tegas dia, tidak menolak. Tetapi pihaknya mengikuti tradisi atau kebiasaan yang sudah berjalan terutama di DPRD NTT.

“Kalau umpama selama ini di sekrerariat kedewanan menganggarkan gunakan emas, saya kira sah kalau memang itu tidak melanggar aturan. Saya kira proses itu menuju emas itu ada kesepakatan di pembahasan anggaran antara DPRD dan pemerintah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, jika nanti dari 65 anggota DPRD NTT ada yang menolak soal PIN emas itu, maka tersebut hak dari berbagai partai.

“Kita tidak bisa melarang itu. Pertama, Karena mungkin itu printah partainya. Kedua, kebiasaan-kebiasaan yang oleh partainya dianggap tidak layak. Saya kira itu wajar,” kata Rumat.

Ia berharap, masyarakat tidak mempolemikkan soal emasnya. Tetapi yang dipolemikkan itu setelah, 5 tahun diberi tanggung jawab sebagai anggota DPRD.

“Apa produk politiknya, apa produk kerjanya, apa yang membuat masyarakat ini bisa menarik lagi, lebih mendukung lagi,” tutur Rumat.

PIN itu lanjut Rumat, sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan mitra terhadap tugas yang diembankan menjadi anggota DPRD.

“Karena itu menjadi milik pribadi. Kalaupun tidak terpilih lagi itu namanya penghargaan, pengakuan terhadap anggota DPRD,” tutupnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang
Previous ArticlePemerintah Harus Atur Semua Bisnis Air di Mabar
Next Article Proyek Pamsimas Terancam Mubazir, Warga Desa Tesem Matim Kecewa

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.