Anak-anak usia sekolah dasar tampak asyik membaca buku di pameran buku AMI Malaka

Betun, Vox NTT-Komunitas Anak Malaka Seni (AMI) menggelar kegiatan baca buku bersama di pelataran panggung Lapangan Betun, Kabupaten Malaka.

AMI merupakan komunitas literasi yang lahir dari rasa keprihatinan terhadap kurangnya minat baca pada anak-anak di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Malaka.

Atas dasar itulah Komunitas AMI Malaka resmi berdiri atas inisiasi Aprianus Putra Niron dan kawan-kawannya  secara sukarela.

Aprianus Putra Niron, penggagas sekaligus ketua AMI Malaka kepada VoxNtt. com, Sabtu (31/08/2019) menjelaskan, kegiatan ini baru pertama mereka gelar.

Adapun sumber buku yang mereka sediakan berasal dari koleksi pribadi dari setiap anggota AMI Malaka.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari beberapa orang tua yang kebetulan melintas dan melihat pameran buku-buku tersebut.

Di bawah tema Senja Baca Buku Gratis, kegiatan ini akan rutin digelar setiap Sabtu mulai pukul 17.00 – 19.00 Wita.

Koleksi buku AMI Malaka yang berasal dari sumbangan pribadi

Tujuannya untuk mendukung gerakan literasi bagi anak-anak usia sekolah yang mungkin di rumah atau sekolahnya belum cukup waktu dan fasilitas untuk membaca.

Menurut Niron, untuk sementara sasaran dari gerakan membaca ini fokus pada anak-anak usia Paud, SD dan SMP.  Pasalnya buku bacaan yang saat ini tersedia sebagian besar cocok untuk siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Salah seorang Kordinator AMI Malaka, Jhonta mengatakan, komunitas AMI Malaka adalah komunitas yang belum lama terbentuk.

Dia berharap semoga niat baik AMI Malaka diterima dan didukung oleh masyarkat kota Betun dan Malaka umumnya.

Jhonta juga menyarankan agar masyarakat dapat memberikan pemahaman bagi anak-anak usia sekolah tentang pentingnya budaya membaca.

Sementara salah satu orang tua yang mengantarkan anaknya untuk membaca di komunitas AMI, mengaku senang dan berterima kasih.

“Lanjutkan kegiatan ini, kami mendukung selalu” ujar Anis Seran, salah satu orang tua.

Penulis: Frido Raebesi

Editor: Irvan K

alterntif text