Di hadapan utusan dari Mabes TNI AD dan BPN, Dandim 1625 Ngada Letkol Inf. I Made Putra Suartawan menunjukkan peta tapal batas tanah milik TNI AD di wilayah Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Kamis 5 September 2019 (Foto: Patrick Romeo Djawa/Vox NTT))

Mbay, Vox NTT- Dua utusan dari Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat meninjau lokasi pembangunan Markas Komando Yonif 746 di Kabupaten Nagekeo, Kamis (05/09/2019).

Keduanya yakni Kolonel Czi. Adisura Firdaus Tarigan, Paban I/Jakrenstra Srenad dan Kapten Inf. Bagus Ashari Nughraha, Kaur Minlarsat Spaban ll Srenad.

Keduanya datang dengan didampingi Asrendam IX/Udayana Kolonel Arm Ahmad Muttaqin dan Wadan Denzibang Kupang Mayor Czi Very, serta Dandim 1625 Ngada Letkol Inf. I Made Putra Suartawan.

Hadir juga Wakapolsek Aesesa, utusan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Badan Pertanahan Nasional.

Kunjungan Tarigan dan Nugraha merupakan yang pertama kali di lokasi dalam rangka mempercepat pembangunan Markas Komando Yonif 746 di wilayah Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Asrendam IX/Udayana Kolonel Arm Ahmad Muttaqin mengatakan, Mabes TNI AD merencanakan, Mako Yonif 746 Nagekeo akan mulai dibangun tahun 2021 hingga tahun 2022 mendatang.

Pembangunan itu, kata Ahmad, sebagai bagian dari pengembangan wilayah strategis.

Di samping itu, sebagai bentuk perintah Negara dalam misi pertahanan dan keamanan.

Kolonel Ahmad mencontohkan wilayah Labuan Bajo yang sering didatangi orang asing dianggap dapat menjadi pemicu adanya gangguan pertahanan dan keamanan Negara.

Sebagai informasi, ada warga yang terlanjur menempati tanah milik TNI AD di wilayah Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Padahal lokasi ini direncanakan bakal membangun Markas Komando Yonif 746.

Terkait kondisi itu, Kolonel Ahmad  mengatakan TNI AD akan mengantisipasinya dengan memfasilitasi relokasi warga dalam satu tempat.

“Intinya mereka mengakui dan menyadari bahwa yang mereka diami ialah tanah milik TNI AD yang telah bersertifikat,” katanya.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

alterntif text