Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tak Peduli Larangan Kementerian, Gubernur Ngotot Tutup Pulau Komodo
HEADLINE

Tak Peduli Larangan Kementerian, Gubernur Ngotot Tutup Pulau Komodo

By Redaksi25 September 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT– Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap ngotot untuk menutup sementara Pulau Komodo.

Sikap tersebut terungkap lewat penolakan rekomendasi hasil kajian tim terpadu yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) beberapa waktu lalu.

Isi kajian tersebut yakni melarang relokasi penduduk dan penutupan sementara Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Flores NTT.

Relokasi dan penutupan sementara Pulau Komodo oleh pemerintah NTT disebut untuk kepentingan konservasi dan menjaga keberlangsungan hidup hewan purba Komodo (Varanus Komodoensis).

“(Pemerintah NTT) menolak pernyataan bapak menteri berdasarkan hasil kajian tim bahwa pulau komodo tidak ditutup,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu di ruanganya, Selasa (24/9/2019)

Marius yang didampingi kepala dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawan.menjelaskan, hasil kajian tim terpadu bentukan kementrian tanpa melibatkan pemerintah NTT.

Bahkan tim terpadu ini beranggotakan orang-orang luar NTT yang tidak paham maksud dan tujuan rencana penutupan sementara Pulau Komodo.

Tim terpadu ini, kata Marius, tanpa lebih dulu menemui Gubernur NTT dan langsung ke Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat untuk melakukan kajian.

“Kayanya (Tim Kementerian) sengaja tidak bertemu bapak Gubernur mereka langsung ke Labuan Bajo,” kata Marius

“Tim yang dibentuk itu dari Jakarta, Bogor datang sebentar saja lalu pulang ambil kesimpulan,” tambah Marius lagi.

Padahal menurut dia, dukungan untuk Konservasi atas Pulau Komodo datang dari banyak aktivis lingkungan di negara-negara Eropa.

“Dukungan untuk konservasi ini sangat besar. Di Eropa banyak aktivis yang dukung kebijakan ini,” katanya.

Karena itu, lanjut Marius, Pemerintah NTT tetap berkomitmen menutup sementara dengan tujuan konservasi.

“Ini memiliki tujuan ekonomis jangka panjang. Hingga 50 tahun ke depan. Bukan tujuan jangka pendek,” tegas Marius.

Sementara itu, Kadispar NTT, Wayan Darmawan mengatakan beberapa masalah dasar yang terjadi di Pulau Komodo saat ini diantaranya adalah kurangnya rantai makanan untuk Komodo.

Terjadi perburuan liar, tidak ada lagi pohon-pohon karena kebutuhan penduduk yang mengakibatkan sungai jadi kering pada wilayah itu.

Karena itu Darmawan menegaskan bahwa penutupan sementara itu bertujuan baik untuk kepentingan Komodo.

“Masalah rantai pakan Komodo, terjadi perburuan liar dan masih banyak lagi. Maka fokus dari relokasi ini adalah konservasi untuk meningkatkan kualitas hidup Komodo,” kata Wayan.

Wayan mengatakan rencana konservasi terhadap pulau komodo ini telah mendapat persetujuan Presiden Joko Widodo.

Karena itu ia berharap pemerintah baik di kementrian, Provinsi hingga kabupaten kembali duduk bersama.

“Kita berharap pemerintah kembali duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang baik. Dan Presiden telah sepakat untuk konservasi ini,” ujar wayan.

Jika tidak ada hambatan lagi, penutupan sementara pulau komodo ini diperkirakan pada awal tahun 2020.

Kontributor: Juan Pesau

Editor: Irvan K

Komodo Kota Kupang Pulau Komodo
Previous ArticleLomba Pesparani Tingkat Kota Kupang Berlangsung Empat Hari
Next Article Pasar Biudukfoho Hampir Rampung, Masyarakat Berharap Bisa Pasarkan Hasil Komoditi

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.