Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Lestarikan Budaya, SMK Clarent Kefamenanu Wajibkan Siswanya Berbahasa Daerah
Pendidikan NTT

Lestarikan Budaya, SMK Clarent Kefamenanu Wajibkan Siswanya Berbahasa Daerah

By Redaksi11 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala SMK Clarent Kefamenanu Kayetanus Abi, S.Pd saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Jumat, 11 Oktober 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- SMK Clarent Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus berupaya agar para muridnya tetap mencintai budaya daerahnya.

Salah satunya dengan mewajibkan siswanya berbahasa daerah di sekolah, terutama pada hari Jumat dan Sabtu.

Program wajib berbahasa daerah tersebut sudah dimasukkan dalam kurikulum mata pelajaran muatan lokal sejak sekolah tersebut didirikan pada tahun 2016 lalu.

“Kalau di sini hari Jumat dan Sabtu itu siswa berbahasa Dawan, hari Senin dan Selasa berbahasa Indonesia, serta Rabu dan Kamis Berbahasa Inggris,” kata Kepala SMK Clarent Kefamenanu Kayetanus Abi saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Jumat (11/10/2019).

Kayetanus menuturkan, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari program wajib berbahasa daerah tersebut.

Itu di antaranya, agar para pelajar yang mayoritas merupakan putra-putri asli TTU itu terbiasa untuk menggunakan bahasa daerahnya.

“Selama ini banyak murid yang notabene dari kampung datang sekolah di kota malu untuk berbahasa Dawan, ini yang ingin kita ubah,” tutur Kayetanus.

Selain itu, jelas Kayetanus, program wajib berbahasa Dawan ini juga untuk mempersiapkan para pelajar yang nantinya menjadi pelaku pariwisata terutama sebagai guide.

Menurut dua, untuk menjadi seorang guide seseorang harus menguasai bahasa daerah, sehingga nantinya dapat menjadi penerjemah bagi wisatawan.

Selain itu dengan menguasai bahasa daerah, seorang guide dapat menimba ilmu tentang pariwisata budaya dari para orang tua yang tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia.

“Kalau kita dapat berbahasa Dawan dengan baik, maka bisa berkomunikasi dengan para orang tua di kampung dan kita dapat menambah wawasan tentang budaya dan istiadat yang sangat bermanfaat untuk pariwisata budaya,” ujarnya.

Kayetanus menambahkan, untuk semakin meningkatkan rasa cinta budaya dalam diri para siswanya, ia juga membawa para pelajar berkunjung dan belajar ke rumah-rumah adat (Sonaf).

Selain itu juga setiap tanggal 09 Agustus pihaknya mengadakan upacara hari adat sedunia.

“Kami mungkin satu-satunya sekolah yang mengadakan upacara hari adat sedunia setiap tanggal 09 Agustus,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

SMK Clarent Kefamenanu TTU
Previous ArticleSidang Sinode GMIT XXXIV dan Expo Segera Digelar
Next Article Bupati Malaka Lantik Pejabat Struktural di Pantai Motadikin

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.