Para peserta lomba dan guru pendamping dari SDK Watupedar, Desa Watumerak, Kecamatan Doreng (Foto: Are De Peskim/VoxNtt.com)
alterntif text

Maumere, Vox NTT- Lomba sains SMPK Frater Maumere tak melulu soal prestasi.

Kepala Sekolah SMPK Frater Maumere Fr. Maria Herman Yoseph, BHK melalui Humas SMPK Frater Maumere Thomas Tunga menerangkan perlombaan tersebut bertujuan untuk memotivasi dan sebagai wahana belajar, serta berjejaring bagi siswa, guru dan sekolah-sekolah yang terlibat.

“Tidak hanya sains dan IPS, kami juga menggelar lomba futsal.Tujuan untuk memotivasi para siswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari, sekaligus menjadi perlombaan ini sebagai media belajar dan silaturahmi antar sekolah,” terang Thomas kepada VoxNtt.com di sela-sela kegiatan, Jumat (08/11/2019).

Hal senada disampaikan oleh Yohanes Lungson, guru pendamping peserta SDN Hubin, Desa Tekaiku, Kecamatan Kangae. Lungson bertutur sekolahnya sudah dua kali mengikuti perlombaan. Meski tidak berprestasi, namun mereka tetap berpartisipasi dalam lomba.

“Kami mau latih mental kami anak-anak didik kami sekaligus memotivasi mereka untuk belajar lebih giat,” terangnya.

Hal berbeda disampaikan Ermenlinda Nona Erna, guru SDK Watupedar, Desa Watumerak, Kecamatan Doreng. Tahun 2019 ini merupakan keikutsertaan kedua. Sebelumnya, prestasi terbaik mereka adalah juara 4 mata pelajaran IPS.

“Ini adalah kesempatan kami untuk belajar dari sekolah-sekolah lain yang anak-anaknya berprestasi terutama terkait metode pembelajaran. Dengan lomba ini kami punya kesempatan melatih mental dan semangat belajar siswa kami agar nantinya bisa bersaing dengan teman-teman mereka yang berasal dari sekolah lain,” ungkapnya.

Untuk tahun ini lomba diikuti oleh 24 sekolah dan melibatkan 200 peserta. Para peseta dibagi dalam 100 regu.

Lomba berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama dengan bentuk soal pilihan ganda, tahap kedua dengan soal berbentuk uraian dan tahap ketiga dalam format cepat tepat.

SDK Bhaktiyarsa Maumere dan SDK Maria Ferari mendominasi 3 mata pelajaran yang diperlombakan yakni Matematika, IPA dan IPS. Meskipun demikian, Bhaktiyarsa keluar sebagai juara umum.

Ada SDI Blawuk sebagai satu-satunya perwakilan dari luar kota Maumere yang mencatat prestasi. Dua siswi SDI Blawuk, Desa Nebe, Kecamatan Talibura yakni Servasilia L. Theresa dan Yunita Susana Putri meraih juara 4 untuk mata pelajaran Matematika.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

alterntif text