Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Semangat Gebyar Literasi di Pesisir Riung: Rangsang Minat Baca, Temukan Inovasi Baru
Sastra

Semangat Gebyar Literasi di Pesisir Riung: Rangsang Minat Baca, Temukan Inovasi Baru

By Redaksi18 Januari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pemateri kegiatan literasi di pesisir Riung, pose bersama usai menggelar kegiatan itu di Aula Sekolah SMAK Kejora Riung, Sabtu (18/01/2020) (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Taman Baca Sa Nai Riung menggelar gebyar literasi di pesisir Riung, Kabupaten Ngada, Sabtu (18/01/2020). Kegiatan itu berlangsung di Aula SMAK Kejora Riung.

Dalam pelaksanaan gebyar literasi ini, Taman Baca Sa Nai Riung juga menggandeng beberapa pihak sebagai penyelenggara.

Mereka ialah Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Ngada dan Rumah Literasi Cermat Bermartabat (Cermat), serta Yayasan Wini Unggul Kabupaten Nagekeo.

Gebyar literasi antara lain diisi dengan kegiatan seminar literasi dan motivasi, ngobrol pintar (Ngopi) dan ekoliterasi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari beberapa sekolah di antaranya, SMAK Karolus Riung dan dan Madrasah Aliyah Muhamadiyah (MAM) Riung.

Kegiatan gebyar literasi di pesisir Riung dimulai dengan kegiatan motivasi literasi. Pematerinya adalah Emanuel Djomba, Dosen sekaligus Direktur Rumah Literasi Cermat di Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada.

Pada kesempatan itu, Emanuel juga sempat berbagi ilmu tentang arti ekoliterasi.

“Literasi ekologi akan membawa kesadaran kita pada suatu pemikiran bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa alam, sedangkan alam malah bisa hidup tanpa manusia,” katanya.

Menurut Emanuel, literasi ekologi harus dapat dimaknai sebagai cara manusia modern mencerdaskan manusia lain.

Itu terutama dalam memahami dampak buruk pengaruh kebakaran hutan dan lahan, masalah sampah plastik, pemanasan global dan sebagainya.

Dua pemateri berikutnya ialah Benediktus Lago dan Oskarianus Meta.

Keduanya membawakan materi tentang “pendidikan untuk semua dan merajut masa kini, menggapai cita-cita masa depan dan menjadi abdi kampung”.

Kegiatan literasi di pesisir Riung mendapat antusiasme dari para pelajar. Ini adalah kegiatan pemacu semangat literasi pertama di Kecamatan Riung.

Menurut Ketua Taman Baca Sa Nai Riung, Mustakim, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi minat belajar bagi pelajar SMA.

Para pelajar terutama yang kelas 3, bisa menjadikan kegiatan ini sebagai bekal menghadapi UN dan kesiapan mereka mengikuti tes atau ujian masuk ke Perguruan Tinggi Negeri.

Pengejawantaan minat literasi, kata Mustakim, juga diharapkan mampu merangsang minat baca.

Rangsangan minat baca tentu saja sebuah semangat dalam dunia pendidikan untuk menemukan inovasi baru menuju dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Menurut dia, semangat literasi di Kabupaten Ngada sejauh ini masih dalam kategori sedang. Artinya, gerakan literasi tidak begitu masif dan aktif.

Berdasarkan pantauannya, dari 22 taman baca di Kabupaten Ngada, hanya Taman Baca Pustaka Isi Langa yang terdengar masih terus aktif.

Meski begitu, Mustakim optimistis pelajar dan pemuda bisa membawa pengaruh positif di tengah masyarakat melalui literasi.

Di Riung, lanjut dia, diharapkan dengan para pemuda dan pelajar memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi, bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia.

“Kami juga siap menerima perubahan yang sudah ada,” ujar Mustakim.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Ngada
Previous ArticleDua Anggota DPRD Malaka Ini Bantu Bersihkan Pohon yang Tumbang di Badan Jalan
Next Article PPK Berjanji Bakal Periksa Kondisi Jalan Benteng Jawa-Necak

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.