Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Aroma Wanita Bergingsul
Sastra

Aroma Wanita Bergingsul

By Redaksi26 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (gambarcantikterbaru.blogspot.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Aroma Wanita Bergingsul

: Tepat malam tadi

1//

Aku dan kopi adalah malam di mata Tuhan yang cemburu

Menyeruput pekat kopi sampai ludas segala bayang kunang-kunang bergingsul manis sekali

Yang molek melekat pada dasar kopiku dan manja merayu kasmara pada aroma kopinya

Ah rupanya aku jatuh tatapan tepat pada kopiku

2//

Malamku dari kopi buatan tangan Inang yang setia

Dan cangkir kopinya adalah sepi yang bising pada isi kepala

Dilemma antara bayang-bayang kunang-kunang manjaku bergingsul

Dan Tuhan yang sering juga cemburu

3//

Inang aku sepi pada kopiku yang hampir dingin

Setelah malam yang tidak juga kelar dalam mencumbui ingatan

Barangkali dilema atau mabuk paras gingsul?

Sudalah aku tuntaskan dulu kopiku yang dilema gingsul dan Tuhan

Mikhael,16/01/20

Barangkali

Barangkali awan yang menjelma rintik-rintik hujan Desember

Adalah wujud rindu yang menjelma sepi di awal Januari

Saat jatuh di kelopak-kelopak mawar di samping kamarku dan aromanya mendupai seisi

Kamarku yang setia dengan aroma kopi pagi

Barangkali rintik-rintik hujanm Desember

Dan  kelopak mawar  yang mekar adalah bayang-bayang yang merimbun dari rinai muka mu

Barangkali saat mawar  yang mekar  pada rintik-rintik hujan Desember

Aku terlanjur cemburu buta pada tatapanmu yang jujur

Dan semoga saja cintamu tidak lekas tiada

 Nenuk ,12/03/19

Kalau Sedang Naik

:Curhat temanku Ancis Kumenireng

kamu tahu teman merokok ku yang dari timur

Seperti kena sakit ayam

Kalau lagi naik harga sembako di tanah ibu

Sudalah turunkan harga kemiskinanya

Sebab tahunya kamu hanya tertidur pulas saat mereka meminta-minta

Nenuk , 16/04/19

Tugas Kuliah

: Buat temanku Taena yang Kriting

Maaf Aba,

Kaki ku telat pagi ini masuk pintu rumah Mu setelah jeda Veni Creator

Sebab malam kemarin isi kepalaku terlalu serius mengerjakan tugas kuliah

Sambil sesekali jemari-jemari tangan melucuti layar handphone baruku

Sampai larut malam

Apakah aku terlalu nakal di hadapanMu?

Mikhael, 03/11/19

*Ito Halley.  Lahir di Magepanda, 24 Agustus 1998, pernah bergiat di komunitas Sastra Kotak Sampah Nenuk. Sekarang tinggal di unit Mikhael, Ledalero.

Itho Halley
Previous ArticlePuisi-Puisi Melki Deni
Next Article Jalan Provinsi NTT di Malaka Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.