Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»NTT Dapat Excavator dan Traktor untuk Lahan Kering, Gubernur: Terima Kasih Ansy Lema
NTT NEWS

NTT Dapat Excavator dan Traktor untuk Lahan Kering, Gubernur: Terima Kasih Ansy Lema

By Redaksi24 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ansy Lema saat menyampaikan pendapat di Komisi IV DPR RI
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

JAKARTA, Vox NTT-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat berterima kasih kepada Anggota DPR RI Dapil NTT II Yohanis Fransiskus Lema, yang berhasil memperjuangkan bantuan 1 unit Excavator dan tiga Traktor roda empat untuk pengembangan pertanian lahan kering di NTT.

Ucapan terima kasih kepada politisi muda yang akrab dipanggil Ansy Lema itu disampaikan melalui surat bernomor: BU.004/94/Pertanian/2020.

“Bersama ini kami mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Yohanis Fransiskus Lema SIP, M.Si (Anggota DPR RI Fraksi PDI-P) yang telah mewujudkan aspirasi masyarakat NTT melalui Kementerian Pertanian berupa Traktor Roda Empat 3 (tiga) unit, dan Excavator 1 (satu) unit,” kata Viktor dalam surat bertanggal Maret 2020 tersebut.

Gubernur Viktor menginformasikan bahwa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan pertanian, terutama untuk pengembangan lahan kering di Provinsi NTT.

“Selanjutnya, peralatan tersebut akan dipergunakan oleh Pemerintah dan Masyarakat untuk Pembangunan Pertanian khususnya Lahan Kering di Provinsi NTT. Demikian atas perhatian Saudara disampaikan limpah terima kasih,” tambah Viktor.

Ansy Lema sangat mengapresiasi ucapan terima kasih Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Menurutnya, surat tersebut pertanda simbolis komitmen kuat pemerintah NTT untuk menjalin sinergi-kolaborasi lintas sektoral untuk membangun pertanian lahan kering.

Anggota Komisi VI DPR dari dapil NTT Ansy Lema saat rapat kerja dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya di Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020)

Angka kemiskinan di NTT pada September 2019 tercatat 20, 62 persen, yakni sebanyak 1.129,46 ribu orang. 1.020,84 ribu orang tinggal di pedesaan, dan mayoritasnya bekerja sebagai petani di lahan kering.

Selama ini pertanian lahan kering belum digarap secara maksimal sehingga tidak menekan angka kemiskinan petani.

“Saya sangat mengapresiasi ucapan terima kasih yang disampaikan Bapak Gubernur Viktor Laiskodat. NTT saat ini masih dilanda persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Jika dicermati, kemiskinan NTT adalah kemiskinan petani lahan kering. Untuk mengentaskan kemiskinan petani bukan perkara yang ringan, sehingga tidak dapat dikerjakan sendirian. Butuh kerja sama lintas sektoral untuk mengembangkan sektor pertanian,” imbuh Ansy.

Sumber: BPS NTT

Ansy mengaku sangat antusias untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah NTT terkait pertanian, kelautan, perikanan, dan lingkungan hidup yang menjadi bidangnya di Komisi IV DPR RI.

Ia sadar harus bekerja keras menyuarakan aspirasi masyarakat NTT yang telah memilihnya sebagai wakil rakyat.

Adapun ihwal pengadaan alsintan tersebut pertama kali disampaikan Ansy dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (18/11/2019).

Saat itu ia mengusulkan pengadaan alat berat untuk pembukaan lahan kering di NTT. Rakyat perlu mendapatkan bantuan untuk membongkar tanah yang keras, berlapis, berbatu.

“Selama ini mereka hanya menggunakan tenaga manual dan alat pertanian konvensional. Akibatnya banyak lahan dibiarkan tidak terurus atau jadi lahan tidur. Nah negara harus hadir untuk memberikan bantuan kepada para petani, karena kemiskinan NTT merupakan kemiskinan petani lahan kering,” pungkasnya.*

Ansy Lema DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticlePilkada Malaka, Petahana Dapat Surat Penetapan Sementara Partai Golkar
Next Article Cegah Covid-19, Bupati Agas Minta Lurah dan Kades Data Warga yang Baru Pulang dari Luar NTT

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.