Ferdy Hasiman, peneliti Alpha Research Database, penulis buku Freeport: Bisnis Orang Kuat & Kedaulatan Negara
alterntif text

Kupang, Vox NTT-Virus Corona atau Covid-19 menjadi guru yang baik bagi rakyat Manggarai Barat (Mabar) dan calon pemimpin Mabar yang akan berlangkah maju di Pilkada 2021.

Covid-19 menjadi cambuk bagi kandidat untuk jangan lagi menyembah pariwisata super premium yang didesain presiden Jokowi. Pasalnya, wisata super premium menyebabkan ketergantungan ekonomi pada pariwisata dan bisnis elit.

Pelaku Pariwisata Sebut Covid-19 Bawa Krisis Sosio-Ekonomi

Demikian disampaikan Ferdy Hasiman, Peneliti Alpa Research Database kepada VoxNtt.com, Rabu (01/04/2020).

Menurut Ferdy, ketika terjadi krisis, baik itu krisis akibat Covid-19 maupun resesi global, investor-investor itu kemudian mencari aman dan lari tunggang langgang meninggalkan ratap tangis bagi rakyat.

Karena itu, lanjutnya, kandidat bupati Manggarai Barat harus mulai membangun visi-misi yang lebih baik. Salah satunya membangun sektor pertanian dan perkebunan.

“Bangun sektor pertanian, perkebunan harus menjadi prioritas karena hampir 90% rakyat Mabar hidup di situ. Pariwisata tetap dijaga tapi ingat jangan pernah melupakan sektor pertanian. Jika terjadi krisis seperti sekarang sektor pertanian akan menjadi tumpuan dan rakyat tidak ketar-ketir mencari proteksi dari negara,” ungkapnya

NTT Mesti Diproteksi

Ferdy juga meminta presiden Jokowi untuk memproteksi rakyat NTT. Pasalnya hingga kini belum ditemukan kasus positif Covid-19.

“Presiden Jokowi tolong proteksi rakyat NTT dari Covid-19.
NTT belum ada positif Corona meskipun ada ODP” ungkapnya.

Seharusnya, kata Ferdy, 5 provinsi yang belum ada tanda merah termasuk NTT harus diperketat proteksinya. Jangan sampai ada kasus dulu baru hura-hara menjaga keselamatan rakyat. Presiden harus lebih dahulu mengutamakan kehidupan warga negara dari pada melindungi investor.

“Kami rakyat NTT sudah lama tidak bergantung pada industri besar. Tutup sementara bandara dan pelabuhan yang memungkinkan mobilitas manusia bergerak ke NTT,” kata Ferdy.

Bandara Komodo, Kabupaten Mabar, NTT (Foto: Dok. Vox NTT)

Persoalannya, hingga kini NTT masih kekurangan peralatan medis serta kesadaran warganya belum menyeluruh sampai ke kampung-kampung.

“Andai saja di tengah kondisi seperti ini, positif membludak maka bakal banyak nyawa yang tak selamat,” sebutnya.

Ia juga meminta rakyat NTT untuk mendukung langkah dari Pemda Mabar yang sudah mengeluarkan keputusan untuk menutup bandara Labuan Bajo dan Pelabuhan setempat.

Belakangan keputusan ini memang seperti terjadi tarik ulur antara kabupaten dan pusat. Namun menurut Ferdy, langkah pemda Mabar harus didukung asalkan jangan menutup distribusi logistik ke NTT. (VoN).