Warga Waioti yang datang menyampaikan penolakan terhadap keberadaan ZL dan keluarganya di rumah singgah (Foto: Istimewa)
alterntif text

Maumere, Vox NTT- Malang bagi ZL, Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona atau Covid-19 yang juga mengidap HIV. Setelah sebelumnya tak diterima di kampung halamannya di Palue, lagi-lagi ia dan keluarganya harus mengalami hal serupa.

ZL yang sejak Selasa (31/03/2020) lalu diungsikan ke Rumah Singgah ODHA di Waioti kembali ditolak warga Waioti.

Baca: Pulang Merantau di Tengah Heboh Corona, Pemuda asal Sikka Diusir dari Kampung

Lurah Waioti Maria Anita Yuniati membenarkan informasi tersebut.

“Kami sudah berusaha menjelaskan kepada warga. Bahkan petugas dari Posko Satgas Covid-19 Sikka juga sudah datang untuk memberi pemahaman kepada warga, tapi sayangnya warga tetap bersikeras menolak keberadaannya,” terang Lurah Maria kepada VoxNtt.com saat dihubungi, Kamis (02/04/2020) siang.

Lurah Maria mengisahkan pada Kamis (02/04/2020) pagi kurang lebih Pukul 08.00 Wita masyarakat heboh. Ini terkait dengan ZL dan anggota keluarganya yang diantar Petugas Satgas Covid-19 ke Rumah Singgah ODHA pada Senin (31/03/2020).

Informasi yang diperoleh VoxNtt.com, warga beralasan ZL terpapar corona. Padahal terkait itu, petugas Satgas Covid-19 dan sejumlah pihak sudah menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan Swab, ZL dinyatakan negatif, namun dia mengidap HIV.

“Setahu saya rumah itu dikontrak KPAD NTT sebagai rumah singgah untuk mereka yang jauh. Karena dia harus minum obat sementara stok obatnya sedang kosong,” terang wanita muda yang sedang hamil tua tersebut.

Maria mengaku heran dengan sikap warga yang tetap bersikeras walaupun sudah dijelaskan. Selain ZL, menurutnya ada 9 warga Waioti yang berstatus ODP. Selama ini pun, warga sekitar tidak punya masalah dengan ODHA yang menghuni Rumah Singgah.

Pada akhirnya, ZL dan keluarganya dievakuasi oleh seorang biarawan Katolik, Pastor Vande Raring, SVD.

Pastor Vande mengevakuasi ZL bersama ibu, saudari dan seorang keponakannya.

Maria menyampaikan terima kasih kepada Pastor Vande sembari memohon maaf kepada ZL dan keluarganya.

“Barangkali ini kelemahan kami. Kami sudah berusaha menjelaskan, namun warga tetap menolak. Kasihan ZL dia sudah sakit tapi harus mengalami penolakan,” tandasnya.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba