Tampak depan RSUD Komodo, Mabar (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Selama beberapa hari ditempatkan di rumah karantina, akhirnya kedua pasien positif corona dipindahkan ke RSUD Komodo Labuan Bajo, Selasa (05/05/2020).

RSUD Komodo Labuan Bajo sendiri merupakan salah satu RS rujukan untuk pasien positif corona di NTT

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengatakan proses pemindahan kedua pasien telah dilakukan.

“Sudah tadi sekitar jam 19.00,” tulis Dula dengan singkat melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi VoxNtt.com.

Dula menjelaskan, alasan Tim Gugus Tugas Pencepatan Penanganan Covid-19 Mabar baru memindahkan kedua pasien tersebut ke RSUD Komodo Labuan Bajo karena harus menyiapkan ruang isolasi dengan baik

“Karena ruang Isolasi RSUD Komodo harus dipersiapkan dengan baik,” lanjutnya.

Saat ditanyai terkait upaya tim gugus dalam memberikan rasa aman kepada pasien lain yang dirawat di RSUD Komodo Labuan Bajo, Dula menjawab semuanya dijamin oleh petugas rumah sakit.

“Itu dijamin oleh Petugas Rumah Sakit. Mereka pandai mengatur termasuk pasien umum pindah tempat perawatan nya,” tandasnya

Terkait jadwal kapan pasien lain akan dipindahkan, Bupati Dula mengatakan tergantung keputusan RSUD Komodo Labuan Bajo dan Kadis Kesehatan Mabar.

“Tergantung keputusan rapat mereka antara RSUD Komodo dan Kadis Kesehatan,” tutup Dula.

Sementara itu terkait kondisi terkini pasien positif Corona, Plh Sekda Mabar Ismail Surdi mengatakan keadaan keduanya saat ini masih aman-aman saja.

“Saya kalau prosedurnya OTG (Orang Tanpa Gejala), bisa dikarantina di rumah. Yang penting dia tidak ada penyakit bawaan. Iti bisa karantina di rumah,” ungkap Ismail kepada VoxNtt.com.

Hinggi kini kata Ismail, kedua pasien tersebut tidak memiliki gejala batuk, flu, maupun demam.

“Mereka aman baik-baik saja. Jadi sebenarnya macam ini kan rata-rata yang dikarantina ini baik. Hanya kita ingin memudahkan pengambilan Swabnya. Kita ini kan, penerbangan kita kan buka tutup buka tutup, kalau kita nanti jauh, itu nanti kita sulit dalam pengambilan Swabnya. Kalau dari ceritera mereka baik-baik saja,” ungkap Ismail.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba